KANIGARAN
- Sebanyak 36 Guru dibawah usia 56 tahun mengikuti Paparan Seleksi
Calon Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kota Probolinggo Tahun 2026, Kamis (5/2), di Command
Center Kantor Wali Kota Probolinggo.
"Bapak - ibu sekalian, sengaja saya meminta kepada Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan assessment tidak hanya secara
kelembagaan tapi juga melibatkan dari BKPSDM, Pak Sekda, dan saya
sendiri," ujar Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin ketika membuka
kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada peserta.
Lebih
lanjut, wali kota mengatakan, nantinya kepala sekolah yang terpilih
menggunakan sistem inklusi yang memberi kesempatan pada semua. Kepala
sekolah harus menjadi problem solving dan mampu beberapa bahasa untuk
menambah poin.
Selain itu, ia ingin tahu rencana calon kepala sekolah dalam
mendukung BERSOLEK, melalui kualitas pendidikan serta lingkungan. “Untuk
itu saat ini kita perlu mendengar apa rencana bapak - ibu sekalian
dalam menyusun strategi untuk pencapaian - pencapaian," tambahnya.
Wali kota juga menekankan pada prinsipnya seorang pemimpin itu harus
mempunyai visi dan misi yang jelas. “Apa perencanaannya, karena dari
perencanaan yang baik akan bisa dinilai apakah kualitas kebijakan yang
diambil bapak - ibu guru mempunyai bobot yang baik atau tidak,” tutur
Dokter Amin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota
Probolinggo Siti Romlah menyatakan kriteria calon kepala sekolah
memiliki pangkat atau golongan 3C, kualifikasi akademik S1, memiliki
kompetensi manajerial, dan kompetensi kepemimpinan. Total peserta yang
diundang secara sistem sebanyak 294 guru, sedangkan yang mendaftar ada
36 guru.
"Kebutuhan
untuk Kepala Sekolah saat ini 23 orang, 7 untuk SMP, 16 untuk SD.
Berdasarkan hasil konsultasi dengan Kemendikdasmen RI bahwa, guru SMP
juga layak menjadi Kepala SD dan sebaliknya, sepanjang lolos seleksi,"
imbuhnya.
Assesment calon kepala sekolah meliputi beberapa aspek yang dinilai,
yang pertama aspek perencanaan strategis sekolah, kepemimpinan dan
manajerial sekolah, kemampuan dalam berkomunikasi, integritas dan
komitmen, dan yang terakhir penilaian obyektif dari pimpinan, dalam hal
ini Wali Kota Probolinggo.
Kegiatan paparan juga diisi dengan sesi tanya jawab oleh tim penilai
mulai dari Wali Kota Probolinggo, Pj. Sekda Rey Suwigtyo, Kepala BKPSDM
Ratri Dian Sulistyawati, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota
Probolinggo. (Crl/fa)