Akselerasi Komitmen Penanggulangan TBC, Pemkot Probolinggo Luncurkan “TBC Bersahabat”
Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Akselerasi Komitmen Penanggulangan TBC Menuju Kota Probolinggo Sehat melalui program “TBC Bersahabat” (Berantas Stigma, Hadapi Bersama, Sehatkan Rakyat) di Puri Manggala Bhakti, Selasa (10/3). Kegiatan ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat komitmen lintas sektor guna mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kota Probolinggo.
KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Akselerasi
Komitmen Penanggulangan TBC Menuju Kota Probolinggo Sehat melalui
program “TBC Bersahabat” (Berantas Stigma, Hadapi Bersama, Sehatkan
Rakyat) di Puri Manggala Bhakti, Selasa (10/3). Kegiatan ini menjadi
langkah bersama dalam memperkuat komitmen lintas sektor guna mempercepat
penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi
menyampaikan bahwa Kota Probolinggo terus berupaya mencapai target
eliminasi TBC pada tahun 2030. Namun, masih terdapat sejumlah tantangan
seperti rendahnya investigasi kontak, pasien yang belum memulai
pengobatan, serta angka putus obat yang masih terjadi di masyarakat.
Dalam
laporannya, dr. Intan menjelaskan bahwa pada tahun 2024 dilakukan
skrining pemeriksaan TBC kepada 5.989 orang dan ditemukan 954 kasus.
Sementara pada tahun 2025, skrining meningkat menjadi 6.515 orang dengan
temuan 788 kasus positif. Dari jumlah tersebut, pasien yang menjalani
pengobatan meningkat dari 73 persen pada tahun 2024 menjadi 98 persen
pada tahun 2025. Hingga 9 Maret 2026, tercatat 121 kasus TBC dengan
tingkat kepatuhan pengobatan mencapai 97 persen.
Melalui inovasi “TBC Bersahabat”, Dinas Kesehatan PPKB Kota
Probolinggo berupaya membangun sistem penanggulangan yang lebih humanis
dan kolaboratif. "Program ini bertujuan mengurangi stigma terhadap
pasien TBC sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dan berbagai
pihak dalam mendukung upaya eliminasi penyakit tersebut," jelas dr.
Intan.
Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta ini melibatkan Tim
Percepatan Penanggulangan TBC Kota Probolinggo, lurah se-Kota
Probolinggo, perwakilan Yabisha, pengelola program TBC puskesmas, serta
jajaran Dinas Kesehatan PPKB setempat.
Dalam
rangkaian acara juga dilakukan pembacaan pernyataan tekad komitmen
bersama yang terdiri dari lima poin terkait akselerasi penanggulangan
TBC menuju Kota Probolinggo sehat. Komitmen tersebut kemudian
ditandatangani oleh unsur Forkopimda, camat se-Kota Probolinggo, Kepala
Dinas Kesehatan PPKB, serta Direktur RSUD dr. Moh. Saleh dan RSUD
Ar-Rozy.
Wali Kota Probolinggo Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa
TBC masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah kasus tinggi di
dunia, termasuk di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa secara nasional
terdapat sekitar satu juta kasus TBC dengan angka kematian mencapai 125
ribu jiwa setiap tahun.
Menurutnya, salah satu faktor yang membuat TBC sulit diberantas
adalah adanya stigma dan persepsi yang keliru di masyarakat terhadap
penderita. Pada masa lalu, penyakit ini bahkan dianggap sebagai kutukan
sehingga penderitanya sering mengalami pengucilan secara sosial.
“Padahal
TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Namun
karena pengobatannya cukup lama, yakni sekitar enam bulan, maka
dibutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan pasien agar tidak terjadi
kekebalan kuman,” ujarnya.
Aminuddin menegaskan bahwa komitmen penanggulangan TBC harus diikuti
dengan langkah nyata, seperti peningkatan sosialisasi kepada masyarakat
serta pelaksanaan skrining kesehatan secara berkala. Ia juga mendorong
seluruh perangkat daerah (PD) untuk memanfaatkan program pemeriksaan
kesehatan tahunan bagi pegawai, termasuk pemeriksaan rontgen guna
mendeteksi TBC secara dini.
Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,
diharapkan upaya percepatan penanggulangan TBC dapat berjalan lebih
efektif sehingga target eliminasi TBC di Kota Probolinggo pada tahun
2030 dapat tercapai. (sit/fa)