Angka AKI-AKB 2025 Berkurang, Dokter Aminuddin: Kerja Kita Sudah Berada di Jalur Yang Baik, Harus Terus Dipertahankan
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menghadiri Seminar Kesehatan tentang Tata Laksana Awal Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal, Kamis (9/4), di RSU Amanah, tepatnya di Gedung Pertemuan Poli Estetika Lantai 2. Kehadiran wali kota yang juga sebagai penasehat RSU Amanah disambut langsung oleh Direktur RSU Amanah, Ninik Ira Wibawati.
MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menghadiri Seminar
Kesehatan tentang Tata Laksana Awal Kegawatdaruratan Maternal dan
Neonatal, Kamis (9/4), di RSU Amanah, tepatnya di Gedung Pertemuan Poli
Estetika Lantai 2. Kehadiran wali kota yang juga sebagai penasehat RSU
Amanah disambut langsung oleh Direktur RSU Amanah, Ninik Ira Wibawati.
Seminar ini diikuti oleh para bidan dari berbagai unsur. Di antaranya
FKPP, klinik pratama, bidan jejaring RSU Amanah, hingga bidan praktik
mandiri. Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas tenaga
kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan ibu dan bayi secara
cepat dan tepat.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa RSU Amanah kini telah
berkembang menjadi rumah sakit umum yang melayani pasien BPJS Kesehatan
maupun asuransi swasta, sehingga akses layanan kesehatan masyarakat
semakin luas.
Dalam
sambutannya, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengungkapkan
pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam upaya peningkatan derajat
kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan Angka Kematian Ibu
(AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 angka kematian ibu dan bayi berhasil
ditekan menjadi 3 kasus, dari sebelumnya 8 kasus. Ini menandakan kerja
kita sudah berada di jalur yang baik, namun prosesnya harus terus
dipertahankan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti upaya penanganan stunting di Kota Probolinggo yang
saat ini tercatat sekitar 1.100 anak. Pemerintah kota terus mendorong
keterlibatan berbagai pihak sebagai orang tua asuh dalam penanganan
stunting sebagai bentuk komitmen bersama meningkatkan kesadaran
kesehatan masyarakat.
Selain itu, Pemkot Probolinggo telah menghadirkan inovasi digital
melalui program Siskia Pro Cantik, yakni dashboard pemantauan kesehatan
secara real time yang terintegrasi dengan layanan posyandu. Menurutnya,
digitalisasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam pencegahan
dan penanganan risiko kesehatan sejak dini.
“Ini
menjadi upaya kita dalam mendorong pencegahan dan penatalaksanaan
risiko kesehatan yang harus benar-benar dipahami. Tumbuh kembang anak
adalah ilmu penting untuk melihat potensi anak sejak dini,” imbuhnya.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni dokter spesialis anak
Amrina Rosyada yang membawakan materi tata laksana awal kegawatdaruratan
neonatal, serta dokter spesialis kandungan dan kebidanan Evania Nita
Oetama yang menyampaikan materi terkait tata laksana awal
kegawatdaruratan maternal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para tenaga kesehatan, khususnya
bidan, semakin siap dalam memberikan penanganan awal yang cepat dan
tepat guna mendukung penurunan AKI, AKB, serta stunting di Kota
Probolinggo. (sit/fa)