Cakupan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Probolinggo Tertinggi di Jawa Timur
Kota Probolinggo berhasil menjadi pemerintah daerah dengan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tertinggi di Jawa Timur. Hal ini disampaikan saat monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungn jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ekosistem pemerintahan dan pekerja rentan di wilayah Kota Proboolinggo, Rabu (8/4).
SUKAPURA – Kota Probolinggo berhasil menjadi pemerintah daerah dengan
cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tertinggi di Jawa Timur. Hal
ini disampaikan saat monitoring dan evaluasi pelaksanaan perlindungn
jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ekosistem pemerintahan dan pekerja
rentan di wilayah Kota Proboolinggo, Rabu (8/4).
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hari Purnomo,
memberikan apresiasi kepada Wali Kota Probolinggo atas komitmennya dalam
meningkatkan cakupan (coverage) kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang terus berupaya
meningkatkan coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota
Probolinggo. Capaian Kota Probolinggo dalam memperluas ekosistem jaminan
sosial dinilai sangat baik, bahkan berpotensi melampaui target yang
ditetapkan pemerintah pusat,” kata Hari.
BPJS Ketenagakerjaan juga ingin menjadi bagian dari tim yang
mendorong tercapainya indikator utama coverage jaminan sosial. Tujuannya
jelas, untuk mensejahterakan masyarakat agar tidak jatuh dalam kondisi
rentan. Dengan hadirnya pemerintah, diharapkan mampu menggerakkan
kegiatan ekonomi masyarakat..
Menurut Hari, perlindungan bagi pekerja rentan sangat penting karena
manfaat yang diterima sangat berarti. “Nilai manfaat seperti Rp 42 juta
sangat bernilai bagi masyarakat. Kesejahteraan itu dimulai dari desa.
Kami juga berharap dukungan terus dari Pemkot Probolinggo, termasuk
penguatan bagi masyarakat umum yang mampu agar mandiri dalam
kepesertaan,” imbuhnya.
Sementara
itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan komitmen
pemerintah daerah untuk terus memperluas perlindungan jaminan sosial,
khususnya bagi pekerja informal dan kelompok rentan.
“Keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk bagi linmas, masih
memiliki banyak potensi yang bisa kita kembangkan. Kita menyadari masih
banyak masyarakat dengan pekerjaan yang rentan. Oleh karena itu, kami
berupaya mengoptimalkan pendanaan,” ujar wali kota, dalam forum yang
dilaksanakan di Sukapura, Kabupaten Probolinggo ini.
Ia menambahkan, Pemkot Probolinggo akan terus berupaya memaksimalkan
cakupan kepesertaan agar seluruh pekerja, khususnya sektor informal,
dapat terlindungi. “Kami ingin memastikan bahwa pekerja informal juga
mendapatkan perlindungan yang layak. Ini bagian dari upaya pemerintah
dalam memberikan rasa aman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”
tegasnya.
Lebih lanjut, Aminuddin juga menyampaikan jaminan sosial
ketenagakerjaan merupakan investasi sosial jangka panjang yang berdampak
langsung pada stabilitas ekonomi masyarakat. “Ketika pekerja
terlindungi, maka keluarga mereka juga memiliki kepastian. Ini akan
berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan menjaga daya beli
masyarakat. Kami akan terus bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk
memperluas cakupan ini,” tambahnya.
Dalam
kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis manfaat BPJS
Ketenagakerjaan kepada warga Kota Probolinggo, meliputi Jaminan
Kematian, Jaminan Hari Tua, serta beasiswa bagi ahli waris yang masih
berstatus pelajar. Nampak hadir Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua
TP PKK Evariani Aminuddin, serta Pj Sekda Rey Suwigtyo serta seluruh
kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Dalam paparan hasil evaluasi triwulan I tahun 2026, Kepala Kantor
Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Probolinggo, Nur Hadi, menjelaskan
tentang cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. “Kota Probolinggo saat
ini menempati peringkat pertama di Jawa Timur dalam cakupan
kepesertaan. Hampir seluruh warga dengan pekerjaan rentan telah
didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan
ditingkatkan ke depannya melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara
pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. “Harapan kami,
capaian ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga seluruh
pekerja di Kota Probolinggo benar-benar terlindungi,” pungkasnya.
(sit/fa)