Dorong Daya Saing, Pemkot Probolinggo Gelar Kick Off Pendampingan Inovasi dan HKI
Pemerintah Kota Probolinggo terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung budaya inovasi, yang telah menghasilkan karya kreatif dan solutif. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kota Probolinggo (Bapperida) menggelar kegiatan Kick Off Pendampingan, Penguatan Inovasi Daerah dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi Inovator , Kamis (2/4) pagi di Puri Manggala Bhakti. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin didampingi Pj
KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo
terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung budaya inovasi, yang
telah menghasilkan karya kreatif dan solutif. Sebagai bentuk komitmen
tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Kota
Probolinggo (Bapperida) menggelar kegiatan Kick Off Pendampingan,
Penguatan Inovasi Daerah dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi
Inovator , Kamis (2/4) pagi di Puri Manggala Bhakti. Kegiatan ini dibuka
oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin didampingi Pj. Sekda Rey
Suwigtyo.
Dalam laporannya, Kabid Riset dan Inovasi Daerah Baperrida M.
Syaifudin mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat
ekosistem inovasi di lingkungan perangkat daerah dan organisasi
kemasyarakatan di wilayah Kota Probolinggo guna meningkatkan kesadaran
akan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi hasil
karya dan inovasi yang dihasilkan.
Sebanyak
90 peserta yang hadir sasarannya tidak hanya perangkat daerah melainkan
organisasi pemasyarakatan. Bapperida berupaya memberdayakan masyarakat
seoptimal mungkin yang fokusnya kepada organisasi profesi yang memiliki
masa cukup besar di Kota Probolinggo seperti IDI, IBI, KADIN, IHMI, PGRI
yang selalu menghasilkan inovasinya sehingga upaya ini bisa secara
maksimal dapat dimanfaatkan.
Sementara itu, Wali Kota dokter Aminuddin sangat mengapresiasi
kegiatan ini, menurutnya kegiatan ini bukan hanya seremonial semata,
namun langkah awal membangun ekosistem inovasi yang lebih kuat, terarah,
dan berkelanjutan.
"Hak paten atau hak kekayaan intelektual ini sangat penting, bukan
hanya soal legalitas tapi juga sabagai bentuk pengakuan atas
kreativitas, sehingga mendorong pula hilirisasi pemanfaat inovasi
tersebut secara luas, " ujarnya
Melalui kegiatan ini, wali kota mengajak segenap undangan yang hadir
untuk belajar memahami pentingnya mendapatkan pengakuan legal atas karya
inovatifnya agar inovasi yang dihasilkan dapat terus berkembang dan
meningkatkan daya saing kompetisinya.
"Bapak-ibu
sekalian dapat memanfatkan kesempatan ini dengan baik, aktif bertanya
dan berdiskusi dengan narasumber dengan pendampingan seperti ini maka
inovasi kita akan jadi lebih terarah," ungkapya.
Ia pun yakin apabila inovasi yang diciptakan terkelola dengan baik
dan didukung dengan kolaborasi yang kuat maka akan tercipta pelayanan
publik yang lebih baik, ekonomi yang lebih berdaya saing, sehingga
kesejahteraan masyarakat meningkat.
Turut hadir menjadi narasumber dalam giat itu Venta Ananda Ramadhanti
dari Kantor Wilayah Jawa Timur Kementrian Hukum RI dan Direktur Radar
Bromo H.A Suyuti yang memberikan pemahaman mendalam tentang jenis-jenis
HKI, mulai dari hak cipta, paten, merek dagang, hingga desain industri.
Serta menekankan pentingnya perlindungan hukum atas karya daerah agar
tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Tidak hanya sebagai penghargaan
bagi karya-karya terbaik, tetapi juga dalam melindungi, mengembangkan,
dan memonetisasi hasil inovasi. (dev/pin)