DWP Kota Probolinggo Gelar Halal Bihalal, Pererat Silaturahmi dan Sinergi Organisasi Perempuan
Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Kamis (9/4) di Puri Manggala Bhakti. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP unsur pelaksana, Ketua Pokja PKK, serta ketua dan perwakilan organisasi masyarakat dan wanita se-Kota Probolinggo.
KANIGARAN - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Dharma Wanita
Persatuan (DWP) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Halal Bihalal Hari
Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Kamis (9/4) di Puri Manggala Bhakti.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DWP unsur pelaksana, Ketua Pokja PKK,
serta ketua dan perwakilan organisasi masyarakat dan wanita se-Kota
Probolinggo.
Acara diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim yang
bekerja sama dengan Baznas Kota Probolinggo. Suasana semakin khidmat
dengan lantunan tilawah Al-Qur’an, sejalan dengan tema kegiatan “Merajut
Silaturahmi dalam Keberagaman untuk Memperkuat Persatuan.”
Plt.
Ketua DWP Kota Probolinggo Triyuli Susilowati Rey Suwigtyo, dalam
laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat
tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi perempuan
dalam mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, acara dibuka oleh Penasehat DWP Kota Probolinggo
Dokter Evariani, yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan
persatuan di tengah keberagaman. Dalam sambutannya, ia juga mengulas
akar sejarah tradisi halal bihalal di Indonesia, mulai dari masa
kerajaan hingga peran tokoh nasional dalam merajut harmoni
pascakemerdekaan.
“Bahwa nilai kemanusiaan harus mampu melampaui perbedaan suku dan
agama, selaras dengan prinsip ajaran Islam. Saya juga mengajak seluruh
hadirin untuk mempertahankan semangat ibadah dan kebaikan yang telah
dibangun selama bulan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi
saling bersalaman pun dimaknai sebagai sarana untuk menghapus prasangka
serta mempererat hubungan sosial demi terciptanya kedamaian.
Lebih
lanjut, dr. Evariani juga mengingatkan bahwa istri para ASN memiliki
peran strategis sebagai teladan di tengah masyarakat sekaligus penggerak
kemajuan sosial. Ia mendorong kaum perempuan untuk mengoptimalkan peran
mereka, baik dalam mendukung keluarga maupun berkontribusi nyata bagi
masyarakat. “Kita berharap organisasi ini tidak hanya menjadi wadah
berkumpul, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan
sekitar,” ujarnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh
Ketua FKUB Kota Probolinggo Ahmad Hudri. Dalam tausiyahnya, ia
memberikan arahan strategis kepada anggota DWP agar mampu menjadi agen
perubahan dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang bersih, harmonis dan
sejahtera.
Ia mendorong perempuan untuk menjadi pelopor di lingkungan keluarga
melalui penataan rumah yang rapi serta penerapan gaya hidup produktif,
seperti menanam tanaman pangan mandiri. Selain itu, penting pula
meningkatkan pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM dan menjalin
kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan
sosial.
Tidak kalah penting, anggota DWP juga diharapkan mampu meningkatkan
literasi digital agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi
informasi, khususnya dalam mendukung administrasi kependudukan. (dy/fa)