Forkopimda dan Masyarakat Perkuat Sinergitas, Wujudkan Kota Probolinggo Aman dan Kondusif
Sebanyak 150 undangan dari unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, camat hingga kepala perangkat daerah menghadiri kegiatan Sinergitas Forkopimda dalam rangka menjaga Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif, Kamis (19/2) di Puri Manggala Bhakti.
KANIGARAN - Sebanyak 150 undangan dari
unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, camat
hingga kepala perangkat daerah menghadiri kegiatan Sinergitas Forkopimda
dalam rangka menjaga Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif, Kamis
(19/2) di Puri Manggala Bhakti.
“Sinergitas ini artinya bagaimana kita bisa merespon setiap kejadian
yang mengganggu keamanan dan kondusivitas dengan cepat dan tepat
sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang meluas atau tindakan
anarkis,” ucap Wali Kota Dokter Aminuddin saat membuka acara pagi itu.
Sebagai
upaya memperkuat koordinasi lintas sektor, saat Ramadan, Pemerintah
Kota Probolinggo akan mengadakan pasar murah di beberapa lokasi untuk
menjaga stabilitas harga, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan
kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1447 H.
Menurutnya, tujuan pemerintah adalah satu, yaitu menjaga ketertiban,
keamanan, kondusivitas, kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Kota
Probolinggo agar selalu terjaga.
Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota memaparkan tiga jenis
kejahatan yang menonjol sepanjang 2025. Yakni tindak pidana terhadap
perempuan dan anak, kejahatan jalanan (3C), serta narkoba. Meski secara
statistik sebagian menurun, namun menjadi perhatian serius. Ia mengajak
masyarakat berperan sebagai capable guardian dengan memperkuat
pengawasan lingkungan, termasuk penggunaan CCTV dan pelaporan kepada
polisi RW atau Bhabinkamtibmas.
“Ramadan
dan Idul Fitri, potensi kerawanan seperti pencurian rumah kosong,
penipuan hingga kejahatan jalanan menjadi fokus antisipasi. Jangan
sampai kita menyiapkan diri sebagai target. Mari kita perkuat pengawasan
di lingkungan masing-masing. Selain itu, kami ingatkan untuk selalu
berperan dalam pentingnya tertib lalu lintas sebagai bagian dari citra
Kota Probolinggo yang ingin naik kelas,” serunya.
Kajari Lilik Setyawan menekankan pengawasan di pelabuhan, bandara dan
kantor pos untuk mencegah perdagangan orang, peredaran barang terlarang
hingga ancaman terorisme melalui pembentukan posko pengawasan.
“Pengawasan di pelabuhan, bandara dan kantor pos penting untuk mencegah
potensi pelanggaran, mulai dari perdagangan orang hingga peredaran
barang berbahaya,” jelasnya.
Sementara itu, Pabung Kodim 0820 Mayor Inf Heri Hutomo menyampaikan
optimisme bahwa sinergitas Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat akan
mampu menjaga Kota Probolinggo tetap aman, tertib dan kondusif
sepanjang 2026. “Dengan sinergitas bersama Forkopimda dan seluruh elemen
masyarakat, saya optimis Kota Probolinggo akan tetap aman dan
kondusif,” tuturnya. (dy/fa)