Gandeng PKK, Dispendukcapil Perkuat Sosialisasi IKD Hingga Tingkat Keluarga
Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menggelar kegiatan Sosialisasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, bekerjasama dengan Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, yang dilaksanakan di Aula PKK Kota, Kamis (9/4) pagi.
KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kependudukan
dan Pencatatan Sipil menggelar kegiatan Sosialisasi Administrasi
Kependudukan dan Pencatatan Sipil, bekerjasama dengan Ibu-ibu Tim
Penggerak PKK Kota Probolinggo, yang dilaksanakan di Aula PKK Kota,
Kamis (9/4) pagi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KISAK (Keluarga Indonesia
Sadar Administrasi Kependudukan) yang bertujuan meningkatkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya kepemilikan dokumen administrasi kependudukan
yang lengkap dan akurat berbasis data digital melalui inovasi
terbarukan IKD (Indeks Kependudukan Digital).
Kadisdukcapil
Rachma Deta menyampaikan, perubahan zaman dengan pemanfaatan teknologi
digital di era saat ini perlahan sudah diterapkan pula dalam pelayanan
administrasi kependudukan & pencatatan sipil. Hal itu tertuang dalam
Permendagri Nomer 7 tahun 2019 terhadap Pelayanan Kependudukan dan
Pencatatan Sipil secara Daring.
"Maka melalui sosialisasi ini kami ingin meningkatkan pemahaman dan
kesadaran untuk lebih tertib administrasi kependudukan dan pencatatan
sipil terlebih atas aktivasi IKD untuk segera dimasifkan. Hal serupa
juga sesuai dengan Perwali nomer 51 tahun 2022 tentang Kependudukan,
Susunan Organisasi serta Fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Oleh karenanya, melalui sosialisasi ini kami akan mengenalkan IKD dan
manfaatnya kepada ibu-ibu sekalian," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo Dokter
Evariani juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam memastikan
setiap anggota memiliki dokumen kependudukan. "Administrasi kependudukan
adalah dasar dalam mendapatkan berbagai layanan publik, sehingga harus
menjadi perhatian bersama," ungkapnya.
Ia
juga menegaskan atas peran strategis kader PKK dalam membantu
menyosialisasikan program tersebut hingga ke tingkat keluarga. Kader PKK
diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan
pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat dan cara penggunaan IKD.
“Kita juga tidak bisa menolak perubahan zaman yang saat ini semua
sudah berbasis digital ya Ibu-ibu. Justru dengan demikian kita diajarkan
untuk maju, mau belajar melek IT. Kalau kita tidak mau belajar berarti
kita harus siap dengan konsekuensinya menjadi orang yang ketinggalan
terhadap informasi terbarukan yang rata-rata semuanya sudah berbasis
digital. Namun harapannya tidak demikian, kami menginginkan kader PKK
menjadi generasi keluarga yang maju yang mau turut serta mendampingi
suami dan terus belajar,” ungkapnya.
Lantaran IKD merupakan inovasi layanan berbasis digital yang
memungkinkan masyarakat mengakses dokumen kependudukan secara digital
guna meminimalisir penggunaan dokumen fisik serta meningkatkan kemudahan
dalam pelayanan publik. Dalam kesempatan itu peserta juga dibekali
materi terkait mekanisme registrasi, aktivasi, serta penggunaan aplikasi
IKD. (dev/pin)