MAYANGAN
- Pemkot Probolinggo melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota
Probolinggo (Bangkesbangpol) menggelar Dialog Interaktif Peningkatan
Komunikasi Bersama Forkopimda dengan Aparatur Negara dan Masyarakat guna
pembangunan Kota Probolinggo yang berkelanjutan. Pertemuan ini membahas
berbagai persoalan penting di Kota Probolinggo. Acara tersebut
dilaksanakan di Paseban Sena Ballrom, Jl. Suroyo, Selasa pagi (18/11).
Peningkatan komunikasi dan sinergitas
merupakan langkah kunci dalam menjaga stabilitas daerah. Dengan
komunikasi yang baik dan sinergi antara lembaga pemerintah, masyarakat,
dan sektor swasta, seluruh pihak dapat mengidentifikasi masalah,
mengatasi perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama demi
stabilitas dan kemajuan daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota dr.
Aminuddin sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut,
selain sebagai ajang silahturahmi kegiatan ini juga sebagai penguat
komunikasi dan sinergitas dengan semua pihak dalam rangka pembangunan
Kota Probolinggo yang berkelanjutan.
"Kami
ingin bersinergi bersama dengan seluruh lapisan masyarakat, untuk tetap
terus saling mendukung, termasuk dengan beberapa program nasional yang
sedang berjalan. Meskipun saat ini Kota Probolinggo bisa dikatakan aman
dan kondusif. Namun bukan berarti kita tidak bekerja, justru dari sini
lah kita ingin mencegah segala hal dengan melakukan kordinasi dan
komunikasi dengan semua pihak dan semua elemen,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Aminuddin juga
menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta, diantaranya
terkait program Probolinggo Bersolek, Program Nasional Koperasi Merah
Putih, Sekolah Rakyat dan MBG. Serta ketertiban, keamanan maupun
mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Kota Probolinggo.
"Berbagai kegaiatan pembangunan menuju
Probolinggo bersolek diharapkan masyarakat dapat bersabar, karena
seluruh proses membutuhkan waktu yang tidak sebentar seperti di Jalan
Panglima Sudirman-Soekarno Hatta, Alun-alun maupun program lainnya,"
jelasnya.
Tak lupa pihaknya juga mengimbau
masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi yang
terjadi di beberapa wilayah. Ia juga berpesan melalui peningkatan
komunikasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi
pembangunan Kota Probolinggo dengan jajaran terkait, stakeholder maupun
seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai
penutup, dr. Aminuddin menginformasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota
Probolinggo dalam 6 bulan terakhir mencapai 5,8%, lebih tinggi
dibandingkan rata-rata Jawa Timur (5,0%) dan nasional (4,9%). Hal ini
menunjukkan bahwa keamanan dan kondusivitas yang terjaga berdampak
langsung pada meningkatnya ekonomi daerah.
"Ini juga menjadi semangat kami untuk
bisa optimis dalam pengentasan kemiskinan di Kota Probolinggo. Kita
berada nomer 2 setelah Kota Malang di Jawa Timur bapak-ibu. Beberapa
waktu lalau melalui jobfair kita juga berusaha untuk mengurangi angka
pengangguran di Kota Probolinggo." Imbuhnya.
Dalam kesempatan itu turut hadir segenap
jajaran Forkopimda, Asiten dan Staf ahli, Camat, Lurah serta tokoh
agama dan tokoh masyarakat di wilayah Kota Probolinggo. (dev/pin)