Gerakan SAHABAT ATS Dimulai di Jrebeng Lor, Jadi Upaya Pemkot Probolinggo Tingkatkan IPM
Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak sekaligus investasi penting bagi kemajuan bangsa. Komitmen itu ditegaskan Kota Probolinggo yang memiliki cita-cita besar menciptakan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Senin (2/3), di Aula Kantor Kelurahan Jrebeng Lor, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Gerakan Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak Sekolah (SAHABAT ATS) Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin, did
Kedopok – Pendidikan merupakan hak dasar
setiap anak sekaligus investasi penting bagi kemajuan bangsa. Komitmen
itu ditegaskan Kota Probolinggo yang memiliki cita-cita besar
menciptakan sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan berakhlak
mulia. Senin (2/3), di Aula Kantor Kelurahan Jrebeng Lor, Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Gerakan Sinergi Aksi Holistik
Berbasis Area Terpadu Pengentasan Anak Tidak Sekolah (SAHABAT ATS) Tahun
2026. Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin, didampingi
Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta Bunda PAUD dr. Evariani.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Siti Romlah, menyampaikan
program ini menjadi prioritas dalam mendorong peningkatan Indeks
Pembangunan Manusia (IPM). “Ini merupakan gerakan kolaboratif sebagai
upaya sistematis dan berkelanjutan berbasis kelurahan agar mampu
menjangkau masyarakat lebih luas,” ujarnya.
Di
Kelurahan Jrebeng Lor sendiri tercatat ada 66 sasaran Anak Tidak
Sekolah (ATS) yang akan segera dilakukan asesmen untuk menentukan tindak
lanjut, apakah kembali ke sekolah formal atau melalui pendampingan
pendidikan kesetaraan. Program serupa akan dilaksanakan serentak di
seluruh kelurahan se-Kota Probolinggo.
Sementara, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa pengentasan ATS
merupakan prioritas utama pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota.
“Kegiatan sinkronisasi penanganan ATS memiliki urgensi sangat tinggi
untuk menjalankan amanat wajib belajar 13 tahun dengan mengembalikan
anak tidak sekolah ke jalur formal maupun nonformal guna meningkatkan
APS, RLS, dan HLS serta mendukung kenaikan IPM Kota Probolinggo,”
tegasnya.
Ia menambahkan, pengentasan pendidikan di semua jenjang akan membuka
akses pekerjaan yang lebih layak dan seluruh data akan terintegrasi
dalam basis data by name by address agar intervensi tepat sasaran.
Melalui
program Kejar Paket A, B, dan C, bahkan dukungan beasiswa hingga
perguruan tinggi, pemerintah berupaya memberikan kesempatan
seluas-luasnya bagi anak-anak memperoleh ijazah sebagai syarat utama
mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Kita harus mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah, apakah
karena kendala ekonomi, pernikahan dini, disabilitas, atau faktor
lainnya. Dari situlah strategi tindak lanjut ditentukan secara cepat dan
tepat,” imbuhnya. Ia berharap seluruh pihak, mulai dari perangkat
daerah, camat, lurah, hingga masyarakat, dapat berperan aktif sehingga
terbangun kesamaan visi dalam mewujudkan pendidikan bermutu di Kota
Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan paket sembako serta
program Sekolah Berbagi secara simbolis kepada perwakilan siswa sekolah
setempat. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Kepala
BPS Kota Probolinggo, para kepala perangkat daerah, seluruh camat dan
lurah se-Kota Probolinggo, Ketua RW dan RT Kelurahan Jrebeng Lor, wali
murid ATS, serta relawan ATS sebagai wujud sinergi bersama dalam
mengentaskan anak tidak sekolah. (vv/pin)