Hadiri Launching Lembaga Dakwah Komunitas Muhammadiyah Kota Probolinggo, Ini Pesan Wawali Ina
Dakwah tidak hanya disampaikan dari mimbar semata. Tetapi, dakwah harus hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat. Semangat inilah yang diusung pada launching Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Kota Probolinggo yang dirangkai dengan pembagian paket sembako bagi komunitas pemulung dan driver ojek online di Aula Lantai II Gedung Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat, Rabu (11/3).
KANIGARAN - Dakwah tidak hanya disampaikan dari mimbar semata.
Tetapi, dakwah harus hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Semangat inilah yang diusung pada launching Lembaga Dakwah Komunitas
(LDK) Muhammadiyah Kota Probolinggo yang dirangkai dengan pembagian
paket sembako bagi komunitas pemulung dan driver ojek online di Aula
Lantai II Gedung Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat, Rabu
(11/3).
Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, dalam sambutannya
menyampaikan bahwa dakwah harus menjadi gerakan yang tidak hanya
menyampaikan pesan kebaikan, tetapi juga hadir langsung di tengah
realitas kehidupan masyarakat.
“Pada hakikatnya dakwah bukan sekadar kata-kata. Dakwah adalah
tindakan nyata, dakwah adalah kehadiran di tengah realitas kehidupan
masyarakat, dan dakwah membuka pintu harapan bagi mereka yang
membutuhkan,” ujarnya.
Menurut
Wawali Ina, dakwah juga merupakan kerja kolektif yang harus dijalankan
secara terorganisir dan berkelanjutan, dengan menjangkau seluruh lapisan
masyarakat tanpa memandang latar belakang. “Masih banyak kelompok
masyarakat yang membutuhkan sentuhan dakwah yang membina sekaligus
memberdayakan, mulai dari komunitas pemulung, pekerja sektor informal,
hingga para driver ojek online yang setiap hari bekerja keras demi
memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkapnya.
Pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi
juga harus diperkuat dengan nilai moral, spiritual, serta kepedulian
sosial. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi
kemasyarakatan dinilai menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang
religius, berdaya, dan saling peduli.
“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi dan
kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan Kota
Probolinggo yang maju sekaligus kuat secara moral dan spiritual,” tutur
Ina, yang mewakili Wali Kota Dokter Aminuddin, siang itu.
Dalam
kegiatan itu juga dibagikan paket sembako kepada para pemulung dan
pengemudi ojek online sebagai bentuk kepedulian sosial. Wawali Ina
menegaskan, bantuan tersebut merupakan simbol kepedulian serta
penghargaan atas perjuangan mereka dalam mencari nafkah.
“Paket ini mungkin sederhana secara materi, tetapi nilai kemanusiaan
yang terkandung di dalamnya sangat besar. Ini adalah pesan bahwa kita
hadir, memahami perjuangan mereka, dan berjalan bersama mereka,”
pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo M.
Dawam Ichsan menegaskan bahwa gerakan dakwah Muhammadiyah tidak dapat
dipisahkan dari Teologi Al-Ma’un, yakni pemahaman agama yang harus
diwujudkan melalui tindakan nyata dalam membantu sesama.
Menurutnya, nilai tersebut telah menjadi ruh gerakan Muhammadiyah
sejak awal berdirinya organisasi oleh K.H. Ahmad Dahlan, yang menekankan
pentingnya filantropi sosial melalui berbagai amal usaha, seperti
pendirian panti asuhan, layanan pendidikan, serta bantuan bagi
masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang.
“Esensi
teologi Al-Ma’un adalah bagaimana pemahaman agama tidak berhenti pada
teori, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata membantu sesama. Inilah
yang terus menjadi spirit gerakan Muhammadiyah dalam melayani umat dan
masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan komunitas ojek online Kota
Probolinggo, Djunaidi, menyampaikan aspirasi sekaligus harapan agar
dakwah komunitas dapat terus hadir mendampingi para pekerja sektor
informal.
Ia menilai, para pengemudi ojek online tidak hanya membutuhkan
bantuan materiil, tetapi juga pendampingan spiritual melalui pendekatan
yang lebih dekat dan humanis. “Kami berharap dakwah komunitas ini bisa
benar-benar hadir di tengah kami. Tidak hanya dalam bentuk bantuan,
tetapi juga melalui kegiatan yang sederhana namun bermakna, seperti
ngobrol santai atau ngopi bareng yang bisa memperkuat iman dan
kebersamaan,” harap Djunaidi.
Melalui peluncuran LDK Muhammadiyah ini, diharapkan dakwah dapat
berkembang menjadi gerakan kolektif yang tidak hanya memperkuat iman,
tetapi juga membuka peluang pemberdayaan sosial dan kesejahteraan bagi
masyarakat Kota Probolinggo. (mir/fa)