Halalbihalal Pengajian Reboan, Wali Kota Aminuddin Ajak Perkuat Iman dan Peran Keluarga
Masih di suasana Idulfitri 1447 H, Rabu (1/4), Pengajian Pensiunan Reboan menggelar kegiatan halalbihalal bersama Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin di Gedung Nyai Walidah, Jalan Panjaitan. Acara yang berlangsung siang hari tersebut dihadiri sekitar 120 peserta dari berbagai unsur, mulai dari anggota pengajian, Pengajian Wanita Probolinggo, Aisyiyah Muhammadiyah, hingga perangkat daerah setempat.
Probolinggo – Masih di suasana Idulfitri
1447 H, Rabu (1/4), Pengajian Pensiunan Reboan menggelar kegiatan
halalbihalal bersama Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin di Gedung
Nyai Walidah, Jalan Panjaitan. Acara yang berlangsung siang hari
tersebut dihadiri sekitar 120 peserta dari berbagai unsur, mulai dari
anggota pengajian, Pengajian Wanita Probolinggo, Aisyiyah Muhammadiyah,
hingga perangkat daerah setempat.
Ketua Pengajian Reboan, Imam Sumantri, menyampaikan pengajian ini
telah berdiri sejak tahun 1950-an, diprakarsai oleh para pensiunan guru
dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui proses panjang,
hingga kini anggotanya mencapai lebih dari seratus orang, terdiri dari
berbagai kalangan pensiunan dan masyarakat umum.Ia menambahkan, kegiatan
yang rutin digelar setiap hari Rabu tersebut menjadi wadah mempererat
tali persaudaraan antaranggota.
“Kami
memiliki visi pendalaman dan pengamalan agama agar jiwa dilandasi
keimanan yang kuat, sekaligus memperkuat silaturahmi. Kegiatan kami
beragam, mulai dari halalbihalal, kurban, bakti sosial, hingga dharma
wisata dan pengajian bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Dokter Aminuddin menuturkan bahwa
halalbihalal merupakan rangkaian indah di bulan Syawal yang sarat makna.
“Bulan suci Ramadan telah menempa kita menjadi pribadi yang lebih
beriman dan bertakwa, dengan suri teladan Nabi Muhammad SAW. Kini
saatnya saling memaafkan atas segala khilaf, sehingga kembali suci
seperti bayi yang baru lahir,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, ia menyoroti pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, dalam
membentuk karakter generasi bangsa. “Perempuan adalah madrasah pertama
bagi anak. Dari tangan seorang ibu, proses pembentukan manusia dimulai
hingga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak. Bahkan, surga berada di
telapak kaki ibu,” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga diisi tausiyah oleh Noer Hasan yang mengangkat
tema peranan wanita di era masa kini. Dalam ceramahnya, ia mengajak
para perempuan untuk semakin berperan aktif dalam keluarga dan
masyarakat. “Wanita adalah pendidik utama dalam keluarga yang akan
membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, perempuan masa
kini harus semakin bersemangat menjadi ujung tombak lahirnya generasi
yang berakhlak mulia,” pesannya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat
kebersamaan, nilai keagamaan, serta peran keluarga dalam membangun
generasi unggul semakin menguat di tengah masyarakat.(vv/pin)