Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Raudlatul Jannah Dipadati Ratusan Jemaah, Wali Kota Dokter Amin pun Turut Berbaur
Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Raudlatul Jannah di Kota Probolinggo pada Minggu (15/3) dini hari. Ratusan jemaah memadati masjid untuk melaksanakan rangkaian ibadah qiyamul lail dalam momentum iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
MAYANGAN - Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid
Raudlatul Jannah di Kota Probolinggo pada Minggu (15/3) dini hari.
Ratusan jemaah memadati masjid untuk melaksanakan rangkaian ibadah
qiyamul lail dalam momentum iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Tepat pukul 02.00 WIB, rangkaian Salat Sunnah Qiyamul Lail dipimpin
oleh Ustad Thoirudin dari Mayangan. Jemaah bersama-sama menunaikan
berbagai salat sunnah, mulai dari Salat Tahajud (2 rakaat dengan 4 kali
salam), Salat Taubat (2 rakaat dengan 1 kali salam), Salat Tasbih (2
rakaat dengan 2 kali salam), hingga Salat Hajat (2 rakaat dengan 1 kali
salam). Suasana malam yang cerah semakin menambah kekhusyukan jemaah
mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Turut
hadir dan berbaur bersama masyarakat, Wali Kota Probolinggo Dokter
Aminuddin dengan istrinya, Dokter Evariani dan juga jajaran perangkat
daerah (PD) mengikuti iktikaf pada malam ke-25 Ramadan tersebut. “Ini
kita bersama masyarakat ya. Semua perangkat daerah melakukan iktikaf
malam ini dan alhamdulillah cuaca sangat cerah. Yang pertama tentu kita
bersama-sama beribadah, kedua insyaallah malam ini merupakan bagian dari
malam Lailatul Qadar,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan dalam ibadah seperti ini menjadi momen yang
sangat membahagiakan. Ia juga berharap kegiatan iktikaf di masjid dapat
semakin diikuti oleh masyarakat, mengingat masih ada beberapa malam
terakhir Ramadan yang dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah.
“Kita ingin ini diikuti oleh masyarakat karena masih ada sekitar lima
hari lagi untuk iktikaf di masjid. Ini bagian dari doa, bagian dari
ibadah, sekaligus bagaimana kita bermasyarakat dan memohon segala
sesuatu kepada Allah SWT. Kita hanya bisa merencanakan, yang menentukan
dan memutuskan adalah Allah SWT,” tambah wali kota.
Aminuddin juga mengaku mendapatkan kesan mendalam dari rangkaian
ibadah malam tersebut, terutama karena sebagian peserta baru kembali
melaksanakan beberapa salat sunnah yang jarang dilakukan, seperti salat
tasbih.
Setelah
rangkaian ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan sahur
bersama. Takmir masjid menyiapkan sekitar 400 nasi kotak yang langsung
habis dinikmati jemaah. Salah satu jamaah, Dini (40), warga Kedungdalem,
Dringu, mengaku datang bersama suami dan dua anaknya sejak pukul 00.00
WIB. Ia berencana mengikuti iktikaf hingga akhir Ramadan. “Kami nunggu
anak-anak libur sekolah dulu, rencananya ikut terus sampai Ramadan
selesai,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Nurhayati (52), warga Mayangan yang
datang bersama suaminya. Ia mengaku rutin mengikuti kegiatan iktikaf
setiap tahun. “Tentu tujuan utamanya untuk beribadah. Apalagi malam
Jumat kemarin saya senang sekali saat tarawih bisa bertemu Bu Eva (istri
wali kota). Saya cium tangannya dan pipi saya juga dicium Bu Eva.
Ibadah dapat, ketemu pejabat juga, alhamdulillah,” ungkapnya dengan
wajah sumringah.
Kegiatan iktikaf ditutup dengan salat subuh berjamah yang dihadiri
Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo beserta kepala perangkat daerah
dan istri, para camat dan lurah, Ketua Takmir Masjid KH. Aziz RM,
pengelola masjid, serta jemaah lainnya. (dy/fa)