KANIGARAN
– Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari Rumah Dinas Wali
Kota Probolinggo, Kamis (5/2) petang. Meski diguyur hujan, terlihat
jemaah terus berdatangan mengikuti istigasah dan yasinan yang rutin
dilaksanakan setiap bulan ini.
Unsur forkopimda, perbankan, jajaran perangkat daerah, Baznas serta
kalangan masyarakat pun ikut bermunajat bersama Wali Kota Probolinggo
Dokter Aminuddin, tepat pada malam 18 bulan Syakban ini. “Mudah-mudahan
hujan yang turun malam ini menjadi berkah bagi Kota Probolinggo,”
tuturnya.
Dalam
momentum menjelang Ramadan, Dokter Amin mengajak seluruh masyarakat
memperbanyak doa agar diberi umur panjang hingga dapat bertemu bulan
suci. Ia mengutip doa yang kerap dibaca sejak bulan Rajab, “Allahumma
bariklana fi Rajaba wa Syakbana wa balighna Ramadan.”
Menurutnya, bulan Syakban menjadi waktu yang tepat untuk memohon
dipanjangkan usia agar sampai pada Ramadan. Dengan istigasah menjadi
ikhtiar spiritual untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas
ibadah. Ia juga memaknai Syakban sebagai bulan “mengajak”, yakni
mengajak sesama dalam kebaikan setelah meraih kemuliaan di bulan Rajab,
agar bersama-sama mempersiapkan diri menyambut Ramadan.
Selain
pesan spiritual, wali kota turut memohon doa agar proses pembangunan di
Kota Probolinggo terus berjalan lancar. Situasi kota dalam keadaan
kondusif dan berbagai program pembangunan terus bergulir. Seperti
penguatan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan, pembangunan sekolah
rakyat serta penataan kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Sudirman dan
Alun-alun kota. “Tanpa doa dan dukungan masyarakat, pembangunan ini
tidak mungkin berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, dr. Aminuddin mengajak seluruh hadirin untuk
saling memaafkan menjelang Ramadan agar dapat memasuki bulan penuh
berkah dengan hati yang bersih dan kesiapan memperbanyak amal ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, pembacaan Surat Yasin dipimpin Ketua LPTQ
Kota Probolinggo KH. Aziz RM. Pembacaan istigasah dipimpin Kyai Hanif
Dahlan serta doa secara bergantian dipimpin oleh Pengasuh PP Mifathul
Ulum KH. Dofir Dimyati, Rois Suriyah PCNU KH. Wahid dan Ketua MUI KH.
Sulthon. (dy/fa)