Jadi Garda Terdepan, Wali Kota Dorong PKK Gencarkan Digitalisasi Arsip Keluarga
Upaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan dokumen keluarga terus digencarkan Pemerintah Kota Probolinggo. Hal ini ditandai dengan dibukanya kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Arsip Masyarakat bagi TP PKK Kota Probolinggo Tahun 2026 oleh Wali Kota dr. Aminuddin, di Puri Manggala Bhakti, Selasa (7/4) siang.
Kanigaran – Upaya memperkuat kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan dokumen keluarga terus
digencarkan Pemerintah Kota Probolinggo. Hal ini ditandai dengan
dibukanya kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Arsip Masyarakat bagi TP PKK
Kota Probolinggo Tahun 2026 oleh Wali Kota dr. Aminuddin, di Puri
Manggala Bhakti, Selasa (7/4) siang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr.
Evariani, Pj Sekda Rey Suwigtyo, Asisten Administrasi dan Umum Agus
Efendi, Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aris Santoso, serta
diikuti oleh 80 orang yang merupakan anggota TP PKK se-Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan simbolis hasil alih
media arsip keluarga kepada perwakilan dari lima kecamatan.
Ketua
TP PKK dr. Evariani menegaskan bahwa pengelolaan arsip bukan hanya
urusan administratif perkantoran, tetapi juga menjadi kebutuhan mendasar
dalam kehidupan rumah tangga.
“Selama ini kita sering menganggap arsip hanya urusan kantor.
Padahal, di dalam rumah tangga tersimpan dokumen vital seperti Kartu
Keluarga, ijazah hingga sertifikat tanah yang harus dijaga dengan baik.
Risiko kerusakan atau kehilangan tentu sangat besar jika tidak dikelola
dengan benar,” ujarnya.
Ia mengapresiasi inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melalui
program GEMAS Tertib Arsip sebagai langkah strategis dalam memberikan
perlindungan terhadap dokumen keluarga.
“Melalui digitalisasi, kita memiliki cadangan dokumen yang tersimpan
rapi dan aman. Ini memberikan ketenangan, karena ketika terjadi hal yang
tidak diinginkan pada dokumen fisik, kita tetap memiliki salinan yang
sah dan mudah diakses kapan saja,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Evariani menekankan peran strategis PKK sebagai
ujung tombak yang menyentuh langsung lapisan masyarakat terkecil.
Apalagi digitalisasi pelaporan juga sudah dilakukan oleh PKK Kota
Probolinggo.
“Saya
berharap para peserta dapat menyerap ilmu tentang teknik pemindaian dan
penyimpanan berbasis cloud. Setelah ini, tugas kita adalah menjadi Duta
Arsip yang mengedukasi masyarakat di lingkungan masing-masing. Ini
bagian dari kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang tertib
administrasi, modern, dan tangguh,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan bahwa
rumah tangga merupakan unit terkecil yang menyimpan berbagai dokumen
penting yang sering kali baru disadari nilainya saat terjadi musibah.
“Kita sering baru menyadari pentingnya arsip ketika terjadi banjir
atau kebakaran. Padahal, dokumen seperti KTP, KK, ijazah hingga
sertifikat tanah memiliki nilai yang sangat vital bagi keberlangsungan
hidup masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa program digitalisasi arsip melalui gerakan GEMAS
Tertib Arsip merupakan langkah nyata mitigasi risiko sekaligus bagian
dari komitmen pemerintah daerah.
“Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi merupakan wujud nyata
dari komitmen kinerja kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik
yang langsung dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, peran PKK sangat strategis dalam menyukseskan gerakan ini hingga ke tingkat keluarga.
“Saya berharap ibu-ibu PKK dapat menjadi Duta Arsip. Edukasi
masyarakat tentang pentingnya digitalisasi dokumen harus terus
digencarkan. Dengan sistem digital, dokumen penting dapat tersimpan
aman, rapi, dan mudah diakses kapan saja,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan materi
bertajuk Emak-Emak Melek Digital yang disampaikan oleh Arsiparis Madya
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo, Nur Fajari. Materi
ini menjadi bekal praktis bagi para peserta dalam memahami teknik
digitalisasi arsip secara sederhana dan aplikatif. (yul/pin)