Kinerja Satu Tahun, Wali Kota Dokter Aminuddin Apresiasi Penurunan Stunting di Kecamatan Wonoasih
Pagi penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Senam Ceria Noasih Bebas Stunting yang digelar di sepanjang Jalan Jeruk, kawasan Kantor Kecamatan Wonoasih. Dengan mengusung tema “Kerja Nyata, Menata Kota”, kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam upaya menekan angka stunting sekaligus menggerakkan potensi lokal masyarakat.
WONOASIH — Pagi penuh semangat dan
kebersamaan mewarnai kegiatan Senam Ceria Noasih Bebas Stunting yang
digelar di sepanjang Jalan Jeruk, kawasan Kantor Kecamatan Wonoasih.
Dengan mengusung tema “Kerja Nyata, Menata Kota”, kegiatan ini menjadi
simbol komitmen bersama dalam upaya menekan angka stunting sekaligus
menggerakkan potensi lokal masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin,
bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta Ketua TP PKK dr. Evariani.
Selain itu tampak pula Pj. Sekda Rey Suwigtyo, Asisten Pemerintahan dan
Kesejahteraan Rakyat Budiono Wirawan dan Lurah se-Kecamatan Wonoasih.
Kehadiran para pimpinan daerah tersebut semakin menambah semarak
kegiatan yang diikuti oleh kader PKK, kader Posyandu, serta masyarakat
setempat.
Wali Kota dr. Aminuddin mengapresiasi capaian penurunan stunting yang
dinilai luar biasa. Ia menegaskan bahwa target ke depan adalah menekan
angka stunting hingga nol.
"Masalah
stunting ini harus kita tuntaskan bersama. Salah satunya lewat program
Bang Eko Mbanting (Bantuan sembako dan makanan tambahan Balita stunting,
red), inovasi untuk mengurangi angka stunting di wonoasih. Kita juga
akan bentuk program orang tua asuh bagi anak stunting, yang melibatkan
ASN dan seluruh elemen masyarakat,” tegas Wali Kota Amin.
Selain itu, wali kota juga mendorong pemanfaatan potensi lokal
sebagai bagian dari solusi, seperti konsumsi makanan tradisional
bergizi, pengembangan pisang cavendish, hingga budidaya burung puyuh
sebagai sumber protein alternatif.
“Dengan sinergi antara sektor kesehatan dan ekonomi, kita optimis
angka stunting di Kota Probolinggo yang saat ini berada di angka 9,6%
dapat terus ditekan,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan menuturkan, kegiatan
ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk menjaga Kecamatan
Wonoasih tetap bebas dari stunting. Eko mengungkap saat ini telah
terjadi penurunan signifikan angka stunting.
“Berdasarkan
data Dinas Kesehatan per Februari, angka stunting di Kecamatan Wonoasih
berada di angka 7,82% dari total 2.199 balita. Ini merupakan hasil
kerja keras bersama, khususnya para kader PKK dan Posyandu,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada kesehatan, tambahnya, kegiatan ini juga menjadi
ajang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Berbagai produk UMKM lokal turut
dihadirkan, seperti kue tradisional kucur, bikang, hingga pisang
cavendish yang kini mulai dikembangkan sebagai komoditas unggulan.
Pengembangan pisang cavendish bahkan telah dilakukan melalui penanaman
ratusan pohon di sejumlah titik, termasuk di Koramil 02 Wonoasih dan
lingkungan kantor kecamatan.
“Kami berharap pisang cavendish dapat menjadi ikon baru Kecamatan Wonoasih, sekaligus mendukung ketahanan pangan,” tambah Eko.
Dalam
kesempatan tersebut, juga ditayangkan video kilas balik satu tahun
kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo, yang menampilkan
berbagai capaian pembangunan. Diantaranya kenaikan honor Ketua RT/RW
menjadi Rp 1 juta per bulan, peningkatan honor Linmas, serta
optimalisasi dana kelurahan untuk percepatan pembangunan dan pelayanan
masyarakat.
Sejumlah perwakilan masyarakat pun turut menyampaikan apresiasi.
Yuyun Jariah, misalnya, Ketua RT di Kelurahan Pakistaji tersebut
mengucapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah. Hal senada juga
disampaikan Imam Hanafi dari unsur Linmas, yang merasa termotivasi
untuk meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Kecamatan Wonoasih tidak hanya menunjukkan
komitmennya dalam menekan stunting, tetapi juga dalam membangun
kemandirian ekonomi masyarakat. Semangat “Kerja Nyata, Menata Kota” pun
diharapkan terus menjadi penggerak menuju Probolinggo yang lebih sehat,
maju, dan sejahtera. (es/pin)