Melalui FGD, Pemkot Probolinggo Perkuat Peran Warga Dukung Program Bersolek 2026
Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Curah Grinting, Selasa (10/3) di Hall Bremi, Hotel Bromo View. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam mendukung visi Kota Probolinggo Bersolek 2026.
KADEMANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo
menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Masyarakat di
Kelurahan Curah Grinting, Selasa (10/3) di Hall Bremi, Hotel Bromo View.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat
dalam mendukung visi Kota Probolinggo Bersolek 2026.
Lurah Curah Grinting Rois Siswanto menyampaikan kegiatan ini
bertujuan untuk menggali berbagai informasi dan gagasan terkait
pengolahan sampah melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta
mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim).
Sementara
itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa fokus
kegiatan ini adalah mendukung terwujudnya program Kota Probolinggo
Bersolek. Ia menjelaskan bahwa Bersolek merupakan akronim dari Bersih,
Elok, Ramah, Sejahtera, Organik, Lestari, Edukatif, dan Kreatif.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi karakter pembangunan wilayah
yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
“Lingkungan yang bersih dan ramah akan mendorong masyarakat luar
untuk berkunjung sehingga dapat menggerakkan perekonomian warga,
termasuk melalui pengembangan UMKM, kegiatan seni budaya, hingga potensi
wisata berbasis masyarakat,” ujarnya.
Sebagai
bagian dari upaya mendukung Proklim, masyarakat juga diajak untuk
mengembangkan urban farming atau ketahanan pangan di tingkat lingkungan,
seperti menanam cabai dan tanaman pangan lainnya di pekarangan rumah.
Masyarakat juga diminta aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui
program ASRI (Aksi Bersih-bersih). Melalui program tersebut, warga
diharapkan rutin melakukan kerja bakti, baik di lingkungan rumah,
fasilitas publik, maupun di titik-titik yang rawan menjadi lokasi
pembuangan sampah liar.
“Gerakan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk melawan
persoalan sampah sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan
nyaman,” jelasnya.
Giat
yang dimulai jam 9 pagi itu, diikuti oleh peserta yang berasal dari
berbagai unsur masyarakat dan kelembagaan di tingkat kelurahan, di
antaranya ketua RT dan RW, Ketua Tim Penggerak PKK, hingga
Bhabinkamtibmas setempat.
Melalui FGD ini diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah,
kelembagaan masyarakat, dan warga dalam mendukung pengelolaan lingkungan
berbasis masyarakat. Kelurahan Curah Grinting pun diharapkan mampu
menjadi contoh kelurahan yang mandiri, tangguh terhadap perubahan iklim,
serta berdaya secara ekonomi melalui pengelolaan lingkungan yang
berkelanjutan. (es/pin)