KEDOPOK - Sabtu (17/1),
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti
meresmikan Masjid Al Qasem dan Gedung Kuliah Bersama Institut Ahmad
Dahlan (IAD) Probolinggo di Jalan Mahakam, Kedopok. Nampak Wali Kota
Aminuddin mendampingi seremonial peresmian tersebut.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menyampaikan terima kasih kepada
Salsabila Group atas bantuan dan kerja sama pembangunan Masjid Al Qasem
yang berdiri megah. Hadir perwakilan Salsabila Group, Osama Muhammad
Garebah.
"Ini merupakan bagian dari dukungan yang sangat penting dalam rangka
membangun lingkungan perguruan tinggi yang religius, lingkungan
pendidikan tinggi yang juga memiliki sarana dan prasarana yang
mendukung. Tidak hanya pengembangan intelektual tetapi juga pengembangan
spiritual para mahasiswa," ujar Menteri Abdul Mu’ti.
Mendisdakmen
menuturkan, Dr. Osama sudah lama membersamai Muhammadiyah dalam dakwah
di berbagai bidang, termasuk di dalamnya bidang pendidikan. Ia berharap,
kerja sama seperti ini dapat terus ditingkatkan serta terus menjadi
mitra strategis dalam membangun SDM Indonesia yang unggul dan
berkualitas.
“Saya tentu menyampaikan apresiasi kepada Rektor IAD yang baru saja
berdiri 3 tahun institutnya, dapat dukungan dari Pemerintah Kota
Probolinggo agar Institut Ahmad Dahlan Probolinggo bisa segera
bertransformasi menjadi universitas," katanya.
"Mudah - mudahan sumbangan Institut Ahmad Dahlan dapat menjadi wujud
nyata bagaimana Muhammadiyah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa membangun SDM yang unggul, cerdas, dan bermartabat. Kami
mendoakan agar semua yang mewakafkan, menginfakkan hartanya untuk
pembangunan Masjid Al Qasem mendapatkan balasan yang terbaik dari Allah
SWT," sambung Abdul Mu’ti yang juga Sekretaris PP Muhammadiyah ini.
Hal
senada disampaikan Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, bahwa
pembangunan Masjid Al Qasem dan gedung kuliah bersama bukan sekadar
pembangunan fisik namun menjadi pusat penguatan karakter, spiritualitas
dan ilmu pengetahuan.
"Pemerintah Kota Probolinggo memberikan apresiasi setinggi -
tingginya kepada IAD Probolinggo, institut ini telah menujukkan
kemandirian mewujudkan fasilitas pendidikan yang representatif, serta
memiliki visi yang sama dengan kami. Saya berharap kedua fasilitas ini
mampu meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mendokrak Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Probolinggo," katanya.
Pemkot Probolinggo, lanjut Aminuddin, berencana memberikan beasiswa
bagi anak - anak Kota Probolinggo yang tidak mampu. Anggaran sekitar Rp 1
Miliar disiapkan untuk beasiswa bagi anak kurang mampu, yang masuk
dalam desil 1 dan 2 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi lagi. “Kita sudah dalam tahap pembahasan untuk arah kerja sama,
salah satunya dengan IAD. Dimana dengan Rp 1 miliar bisa untuk kurang
lebih 150 mahasiswa dan ini tahap pertama," tambah wali kota.
Sementara itu, Rektor IAD Probolinggo Benny Prasetiya menjelaskan
jumlah mahasiswa mencapai 2500 orang sehingga membutuhkan banyak ruang
kelas. Ia pun mengungkapkan rasa terima kasih kepada Salsabila Group dan
tim yang membuat masjid berkonsep estetik dan syahdu senilai Rp 3,7
Miliar dari dana hibah dari Timur Tengah. Masjid ini menampung sekitar
1000 jemaah. Di atasnya berisi 10 ruang kelas untuk pasca sarjana.
"Setelah
peresmian, harapan kami masjid ini akan dibuka secara umum untuk
masyarakat dan nanti salah satu program pada bulan puasa akan kami isi
1000 siswa di Kota Probolinggo, semacam Ramadan Camp,” jelas Benny, yang
menginformasikan sejumlah kegiatan yang akan digelar disana selama
Ramadan.
Seremonial peresmian ditandai penandatanganan prasasti dan pemotongan
pita, kemudian Mendikdasmen Abdul Mu'ti salat Ashar di Masjid Al Qasem.
Sebelumnya rombongan berkeliling melihat bangunan masjid dan taman
belakang serta bangunan gedung kuliah bersama IAD di lantai atas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Perwakilan Badan Pembina Harian
IAD Probolinggo, Perwakilan BPH Umsida, perwakilan Forkopimda, pimpinan
wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Ketua PD Muhammadiyah, PC NU dan FKUB.
(Crl/fa)