Pagelaran Seni Wonoasih Jadi Panggung Harmoni dan Kolaborasi Warga
Tabuhan drum, iringan gambang, dan tiupan terompet dari grup musik perkusi menyemarakkan pembukaan Pagelaran Seni di Kelurahan Wonoasih, Selasa (7/4) malam, di halaman kantor kelurahan setempat. Event kolaboratif antara Pemerintah Kota Probolinggo dan Pokmas Cahaya Noac ini mengusung semangat harmonisasi Wali Kota Probolinggo bersama Muspika Kecamatan Wonoasih dan LKK Kelurahan Wonoasih. Wali Kota Dokter Aminuddin hadir berbaur bersama warga, didampingi Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin.
WONOASIH – Tabuhan drum, iringan gambang, dan
tiupan terompet dari grup musik perkusi menyemarakkan pembukaan
Pagelaran Seni di Kelurahan Wonoasih, Selasa (7/4) malam, di halaman
kantor kelurahan setempat. Event kolaboratif antara Pemerintah Kota
Probolinggo dan Pokmas Cahaya Noac ini mengusung semangat harmonisasi
Wali Kota Probolinggo bersama Muspika Kecamatan Wonoasih dan LKK
Kelurahan Wonoasih. Wali Kota Dokter Aminuddin hadir berbaur bersama
warga, didampingi Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin.
Pagelaran bertema Melodi dan Warna Baru Kelurahan Wonoasih Sajen Sae
ini menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, diantaranya Tari
Remo dari Sanggar Moro Sae Wonoasih, penampilan tari dari Sanggar
Sapurah Putri Rahayu, musik Duk-Duk, serta Bahana Suara Bayuangga
Percussion, yang dipadukan dengan hiburan modern lainnya.
Lurah
Wonoasih Hasim Irawanto selaku penyelenggara memaparkan sejumlah
capaian kelurahan yang dipimpinnya. Diantaranya, terbentuknya Kelompok
Masyarakat (Pokmas) baru yang melengkapi tiga pokmas yang telah ada
sebelumnya, keberhasilan panen pisang cavendish, penambahan fasilitas
musala di kantor kelurahan, serta rencana dibukanya area pujasera.
"Alhamdulillah, saat ini kami telah memiliki empat Pokmas
untuk melaksanakan program dana kelurahan tahun 2026. Masing-masing
Pokmas mewakili RW-nya, sehingga seluruh wilayah terwakili secara
merata. Ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah kota,
kecamatan, dan kelurahan," terang Lurah Wonoasih itu.
Sementara itu, Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan apresiasi atas
berbagai capaian Kelurahan Wonoasih dan kekompakan warganya,
sebagaimana terungkap dari sejumlah prestasi yang dipaparkan oleh Lurah
Hasim.
"Jika
sebelumnya hanya ada satu Pokmas, kini sudah berkembang menjadi empat
Pokmas yang masing-masing mewakili RW-nya. Artinya, seluruh kelompok
masyarakat dari empat RW ini telah diajak berperan aktif oleh Pak Lurah.
Alhamdulillah, musala pun telah berhasil dibangun tanpa menggunakan
sepeser pun dana APBD. Mudah-mudahan semua ini bisa terus berlanjut,"
kata wali kota.
Dokter Amin juga memberikan dukungan penuh terhadap program penanaman
pisang cavendish di wilayah tersebut dan menyampaikan rencana perluasan
lahan tanam hingga 40 hektar di kawasan Kecamatan Wonoasih.
"Kami berencana menanam pisang cavendish sekitar 40 hektar di wilayah
ini. Pilot projectnya memang kami mulai dari Kecamatan Wonoasih, namun
ke depan program ini tidak hanya berhenti di sini. Seluruh wilayah kota
akan kami sasar, khususnya lahan-lahan yang selama ini tidak produktif
akan kami manfaatkan untuk penanaman pisang cavendish," ucapnya.
Terkait
infrastruktur, wali kota berjanji akan menambah 56 tiang penerangan
baru di wilayah Wonoasih sebagai bagian dari upaya peningkatan fasilitas
publik di wilayah selatan kota.
"Saat ini sedang kami susun peta titik-titik yang membutuhkan
penerangan, dan saya minta Pak Camat untuk berkoordinasi dengan Dishub
dalam menentukan lokasinya," jelas dr. Amin.
Menutup sambutannya, wali kota mengajak seluruh masyarakat untuk
aktif berpartisipasi dalam mendukung pembangunan, pengentasan
kemiskinan, pendidikan, serta peningkatan fasilitas umum di Kelurahan
Wonoasih. (dp/pin)