Pemkot Bakal Renovasi Eksterior Masjid Agung Raudlatul Jannah, Dirancang Jadi Ikon Kota Baru
Pemerintah Kota Probolinggo menggelar pemaparan desain renovasi eksterior Masjid Agung Raudlatul Jannah di ruang Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (24/2) siang. Giat ini dihadiri Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Pj Sekda Rey Suwigtyo, kepala perangkat daerah terkait, pengurus Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah (BPM ARJ), serta tim teknis perencana.
KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar pemaparan desain
renovasi eksterior Masjid Agung Raudlatul Jannah di ruang Command Center
Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (24/2) siang. Giat ini dihadiri
Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Pj Sekda Rey Suwigtyo, kepala perangkat
daerah terkait, pengurus Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah
(BPM ARJ), serta tim teknis perencana.
Dalam arahannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan keinginannya
menjadikan Masjid Agung Raudlatul Jannah sebagai ikon kota dengan konsep
“Masjid Emas” yang megah dan membanggakan.
“Saya ingin masjid agung ini menjadi ikon dan menimbulkan kebanggaan untuk warga Kota Probolinggo,” ujar Wali Kota Amin.
Selain estetika dominan warna emas, Wali Kota juga mengusulkan
integrasi kawasan masjid dengan alun-alun, menjadi plaza semi-terbuka
yang representatif. Ruang kosong di antara dua menara diusulkan dapat
dimanfaatkan sebagai fasilitas mini klinik bagi jemaah.
Penataan parkir juga diarahkan terintegrasi dengan kawasan sekitar,
termasuk akses menuju Stasiun Probolinggo dan alun-alun, guna mendukung
pengembangan konsep wisata religi terpadu.
Bagi ayah dua anak ini, pembangunan masjid dan alun-alun bukan
sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya mengukir sejarah dan
memperkuat identitas daerah. Ia berharap semangat renovasi ini menjadi
simbol kebersamaan serta membawa manfaat besar bagi masyarakat Kota
Probolinggo dan sekitarnya.
Sementara itu, Ketua BPM ARJ Kota Probolinggo KH Abdul Azis RM
menyampaikan rasa syukur atas tersusunnya desain eksterior yang
dipaparkan. Ia menjelaskan, rancangan itu telah melalui proses diskusi
dan penyerapan aspirasi dari seluruh pengurus.
“Alhamdulillah
desain ini sudah melalui berbagai masukan dari pengurus. Mulai dari
usulan tanpa pagar, penyesuaian pagar, hingga pembesaran tulisan
Raudlatul Jannah. Semua kami tampung agar hasilnya menjadi yang
terbaik,” ujarnya.
Pj Sekda Suwigtyo menekankan pentingnya kejelasan konsep agar rencana
renovasi dapat disesuaikan dengan kemampuan APBD, baik dilaksanakan
dalam satu tahun anggaran maupun bertahap selama dua tahun. Tyok, sapaan
akrabnya menyebutkan, momentum penyusunan APBD 2027 dapat menjadi
peluang untuk mengakomodasi program tersebut, termasuk kemungkinan
penganggaran pada perubahan apabila memungkinkan.
Sementara itu, Ketua Tim Teknis Robby Bustami, menjelaskan bahwa
desain eksterior mengusung tema yang selaras dengan konsep interior
sebelumnya. Sehingga terwujud kesinambungan antara bagian dalam dan luar
masjid. Referensi arsitektur sendiri, diakuinya, terinspirasi dari
Masjid Agung Sultan Qaboos, yang berpusat di Oman, khususnya pada aspek
bentuk dan warna.
Di
momen tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan
Pemukiman (DPUPR) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti menyebut, estimasi
RAB eksterior mencapai Rp 2,8 miliar dengan potensi eskalasi 10–20
persen saat penyusunan perencanaan detail sesuai HSPK tahun anggaran
berjalan. Rini juga mengingatkan pentingnya kajian struktur secara
menyeluruh mengingat usia bangunan yang cukup lama.
“Jangan sampai tampilan luar sudah bagus, interior sudah baik, tetapi
struktur di dalamnya bermasalah. Perlu penguatan struktur, pengecekan
kelistrikan, serta evaluasi kondisi atap sebelum dilakukan covering,”
tegasnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk melakukan pembahasan teknis
lanjutan secara lebih detail, melibatkan DPUPR dan tim konsultan, guna
memastikan aspek perencanaan, struktur, dan pembiayaan tersusun matang
sebelum masuk tahap penganggaran. (es/pin)