Pemkot Probolinggo Dorong Pelestarian Memori Sejarah Lewat Sosialisasi dan Lomba Arsip Foto Kuno
Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perpustakaan dan Kersipan (Dispersip) menggelar Sosialisasi Akuisisi Arsip Masyarakat yang berlangsung di Puri Manggala Bhakti, Jum’at (06/02) Pagi. Kegiatan tersebut yang sekaligus sebagai ajang opening Lomba Arsip Foto Kuno, secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekertaris Daerah, Agus Efendy.
KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo
melalui Dinas Perpustakaan dan Kersipan (Dispersip) menggelar
Sosialisasi Akuisisi Arsip Masyarakat yang berlangsung di Puri Manggala
Bhakti, Jum’at (06/02) Pagi. Kegiatan tersebut yang sekaligus sebagai
ajang opening Lomba Arsip Foto Kuno, secara resmi dibuka oleh Asisten
Administrasi Umum Sekertaris Daerah, Agus Efendy.
Sekretaris Dispersip Kota Probolinggo, Yoyok Imam menjelaskan
kegiatan ini, untuk menyelamatkan, mengamankan dan menjaga ketersediaan
informasi (storage informasi) serta memori bersejarah dalam kearsipan
digital dan berkelanjutan. Sekaligus dengan kegitan Lomba Arsip Foto
Kuno untuk mengangkat kembali potensi pengembangan kepariiwisataan di
Kota Probolinggo.
“Memang
tugas kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk menggali
informasi-informasi terkait dengan secara historis perjalanan Kota
Probolingo mulai dari setelah kemerdekaan hingga saat ini. Dimana lomba
arsip foto ini kita perlukan dalam rangka pengembangan Kota
Probolinggo ke depan. Dan perlu bapak/ibu ketahui, lomba ini terakhir
kali dilaksanakan itu tahun 2005 silam, sehingga 21 tahun ini saya yakin
banyak sekali yang berubah dari dulu hingga saat ini,” ungkapnya.
Kegiatan Lomba Arsip Foto Kuno ini terbuka untuk umum, dengan
mengangkat tema ‘Lensa Masa Lalu Menembus Ruang dan Waktu’ baik
menggambarkan arsitektur dan landscape bangunan bersejarah Kota
Probolinggo dari sisi cagar budaya, bangunan lama maupun lokasi jalan
atau lain sebagainya. Pengumpulan dokumen lomba asrip foto kuno ini di
buka dari 9 Februari hingga 29 Mei 2026. Penilaian dilaksanakan pada 15
Juni 2026, dengan menggandeng tim juri kehormatan yakni Wali Kota dan
juri eksternal dari Akademsi dan Jurnalis, selain itu pemeanang akan di
umukan saat Hari Jadi Kota Probolinggo mendatang.
Agus Efendy selaku Asisten Administrasi Umum dalam sambutannya,
mengapreasiasi kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pentingnya peran
masyarakat dalam menjaga arsip-arsip bernilai sejarah sebagai bagian
dari memori dan identitas daerah.
“Kota
Probolinggo memiliki rekam jejak sejarah yang panjang namun seringkali
potongan sejarah itu tercecer hanya di lemari-lemari tua, dibawah
dokumen keluarga atau bahkan nyaris terlupakan, padahal satu lembar foto
lama bernilai tentang cerita peristwa masa lalu yang sangat berharga
untuk generasi masa depan. Melalui kegiatan ini, kami telah menyediakan
reward berupa total hadiah sebesar Rp. 25.000.000 untuk enam pemenang,”
tuturnya.
Ada empat tujuan utama yang bisa dicapai yakni diantaranya
penyelamatan memori kolektif dengan menyelamatkan fisik foto asli yang
merekam peristiwa masa lalu; menambah khasanah arsip daerah yang
autentik sebagai bukti sejarah perkembangan kota; menangkap kembali
momen langka seperti bangunan cagar budaya, suasana pasar lama,
suasana transportasi, hingga tradisi lokal seperti kerapan sapi brujul,
tradisi Bi Bi Bi yang mungkin sudah mengalami perubahan seiring
berjalannya waktu. Hasil kegiatan ini akan digunakan Pemerintah untuk
kepentingan edukasi sejarah.
Agus Efendi menegaskan bahwa arsip masyarakat, baik berupa dokumen,
foto, maupun catatan sejarah lainnya, memiliki nilai penting dalam
memperkuat sejarah Kota Probolinggo secara autentik dan berkelanjutan
sebagai upaya mengembalikan dan menguatkan sejarah kota secara orisinil.
(dev/pin)