Pemkot Probolinggo Matangkan RKPD 2027 Berbasis Indikator Kinerja Utama
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengikuti paparan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun 2027, Senin (2/3). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program prioritas seluruh perangkat daerah dengan indikator kinerja utama (IKU) Kota Probolinggo.
KANIGARAN - Wali Kota Probolinggo Dokter
Aminuddin mengikuti paparan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun
2027, Senin (2/3). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk
menyelaraskan program prioritas seluruh perangkat daerah dengan
indikator kinerja utama (IKU) Kota Probolinggo.
Kegiatan paparan RKPD Tahun 2027 di Puri Manggala Bhakti dijadwalkan
berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Maret 2026. Di hari ini
(2/3), dua perangkat daerah telah memaparkan rencana kerjanya, yakni
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan PPKB Kota
Probolinggo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah,
memaparkan rencana kerjanya yang difokuskan pada peningkatan kualitas
sumber daya manusia serta pelestarian budaya lokal.
“Fokus
kami adalah bagaimana kualitas SDM Kota Probolinggo semakin meningkat,
baik dari sisi akademik maupun karakter, tanpa meninggalkan akar budaya
lokal,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan tantangan kekurangan tenaga pendidik
dan kebutuhan peningkatan sarana prasarana sekolah yang masih perlu
mendapat perhatian dalam perencanaan 2027.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan bahwa
rencana kerja tahun 2027 masih memerlukan pendalaman agar seluruh
program benar-benar berorientasi pada penyelesaian persoalan di
masyarakat.
“Nanti masih perlu pendalaman. Kita ingin nanti betul-betul
program-program kita ke depan itu berupa program yang problem solving
ya. Jadi bagaimana kita memecahkan masalah-masalah yang ada di kota ini
sehingga nanti tahun demi tahun indikator-indikator kerja utama ini
makin meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa indikator kinerja utama harus menjadi peta dasar
dalam perencanaan pembangunan. Beberapa indikator yang menjadi
perhatian di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rata-rata lama
sekolah (year of school), harapan lama sekolah, serta Angka Harapan Hidup yang menjadi target utama sektor kesehatan.
Terkait
fokus di tahun 2027, Dokter Amin menegaskan perencanaan tetap mengacu
pada IKU dan tidak semata-mata pada pembangunan fisik. “Tidak hanya
fisik saja. Semua mengacu kepada indikator kerja utama,” tegasnya.
Ia mencontohkan salah satu indikator layanan kesehatan, yakni
ketersediaan puskesmas di setiap kelurahan. Saat ini masih dibutuhkan
tambahan enam puskesmas pembantu, yang tentu harus diikuti dengan
kesiapan sumber daya manusia dan peralatan medis.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey
Suwigtyo, menjelaskan bahwa forum tersebut juga menjadi bagian dari
penyusunan arah kebijakan fiskal 2027 yang diselaraskan dengan roadmap
pembangunan daerah.
Menurutnya, perencanaan anggaran harus mampu mengakomodasi aspirasi
masyarakat serta pokok-pokok pikiran DPRD, dengan tetap mengacu pada
tema besar pembangunan tahun 2027, yakni penguatan infrastruktur
perkotaan dan pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
“Kita
berupaya mensinergikan antara aspirasi masyarakat, masukan legislatif,
dan prioritas pembangunan daerah. Tema 2027 diarahkan pada penguatan
infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi sebagai daya ungkit
kesejahteraan,” ujarnya.
Tiyok juga mengakui adanya tantangan fiskal yang harus dihadapi,
termasuk target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang
diproyeksikan naik hingga 25 persen. Namun demikian, pemerintah daerah
tetap harus memperhatikan belanja wajib, khususnya di sektor pendidikan
dan kesehatan.
“Kita memang punya target peningkatan PAD yang cukup progresif. Tapi di sisi lain ada mandatory spending
seperti pendidikan dan kesehatan yang juga harus kita penuhi. Jadi
perlu perencanaan yang cermat agar semuanya tetap selaras,” jelasnya.
Melalui pendekatan perencanaan berbasis data dan indikator kinerja
utama, Pemerintah Kota Probolinggo optimis program-program yang
dirancang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar
memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan daya saing daerah dan
kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (mir/fa)