Pemkot Probolinggo Matangkan Strategi Kelurahan Tangguh, Perkuat Kolaborasi Lintas Instansi
Pemerintah Kota Probolinggo terus mematangkan persiapan menghadapi Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Timur melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Program Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Selasa (17/3) siang.
KANIGARAN - Pemerintah Kota Probolinggo
terus mematangkan persiapan menghadapi Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi
Jawa Timur melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Program Gerakan Keluarga
Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) yang digelar di Puri
Manggala Bhakti, Selasa (17/3) siang.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dokter
Aminuddin tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Penjabat
Sekda Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK Dokter Evariani, kepala perangkat
daerah terkait, para camat dan lurah se-Kota Probolinggo.
Dalam
paparannya, Kepala Bapperida sekaligus Pj Sekda Rey Suwigtyo
menjelaskan konsep transformasi pembangunan kelurahan melalui pendekatan
holistik, integratif, tematik, dan spasial. Ia menekankan pentingnya
penyatuan berbagai perlombaan kelurahan di tingkat kota guna
meningkatkan efisiensi anggaran dan sumber daya.
“Ke depan, indikator penilaian seperti program PKK dan kesehatan akan
diintegrasikan dalam satu brand lomba besar. Data kelurahan juga akan
dipusatkan melalui aplikasi digital agar tidak terjadi permintaan data
berulang,” jelasnya.
Selain itu, upaya penyederhanaan birokrasi juga dibarengi dengan
pemberian insentif dan penguatan SDM untuk mendorong kemandirian serta
kreativitas di tingkat kelurahan. Rakor ini juga membahas kesiapan
verifikasi lapangan lomba tingkat Provinsi Jawa Timur, khususnya terkait
indikator kesehatan.
Sementara
itu, Kepala Dinas Kesehatan PPKB Dokter Intan Sudarmadi memaparkan
monitoring dan evaluasi GKSTTB periode 2025–2029. Program lintas sektor
ini bertujuan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga
kesehatan, kelestarian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi
bencana.
“Pelaksanaan program ini membutuhkan kolaborasi lintas instansi,
mulai dari penanganan stunting, mitigasi kebakaran hingga pengelolaan
keuangan keluarga. Penentuan lokus juga melalui seleksi ketat dengan
kriteria teknis tertentu,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan kegiatan telah disusun secara
terstruktur mulai dari sosialisasi hingga penilaian nasional, dengan
harapan Kota Probolinggo mampu meraih prestasi terbaik.
Kabag Pemerintahan Rachma Nurcahyarini memaparkan tahapan Lomba
Kelurahan Kota Probolinggo Tahun 2026, yakni penilaian tingkat kecamatan
pada 8–9 April 2026, penetapan perwakilan kelurahan maksimal 10 April
2026 melalui SK Camat, serta penilaian tingkat kota pada 13–17 April
2026 yang ditetapkan dengan SK Wali Kota.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo Dokter Evariani menekankan pentingnya
validitas data dalam penentuan lokus lomba. Ia menegaskan bahwa program
ini bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan bagian dari upaya
sistematis untuk pemerataan pembangunan di seluruh kelurahan. “Integrasi
indikator kesehatan dan lingkungan harus didukung kerja sama lintas
sektor agar tata kelola program berjalan terorganisir dan
berkelanjutan,” tegasnya.
Penguatan
disampaikan Wali Kota Aminuddin yang menegaskan bahwa pembangunan
kelurahan harus berbasis potensi lokal dan terintegrasi dalam sistem
pembangunan kota yang holistik. Menurutnya, digitalisasi pelayanan dan
pemetaan potensi wilayah menjadi kunci dalam mendorong kemandirian
ekonomi masyarakat.
“Peran aparatur kelurahan dan kader sangat penting sebagai ujung
tombak dalam menggerakkan partisipasi masyarakat. Tidak hanya
infrastruktur, tetapi juga penguatan SDM harus menjadi prioritas,”
ujarnya. (dy/fa)