Penguatan Layanan Kegawatdaruratan, Pemkot Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar
Kota Probolinggo terus memperkuat sistem pelayanan kegawatdaruratan terpadu melalui dukungan terhadap layanan PSC 112. Upaya ini diwujudkan dengan penyelenggaraan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi tenaga kesehatan, pengemudi ambulans, dan petugas Satpol PP oleh Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut dibuka pada Jumat (10/4) di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo.
KANIGARAN - Kota Probolinggo terus
memperkuat sistem pelayanan kegawatdaruratan terpadu melalui dukungan
terhadap layanan PSC 112. Upaya ini diwujudkan dengan penyelenggaraan
pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi tenaga kesehatan, pengemudi
ambulans, dan petugas Satpol PP oleh Dinas Kesehatan P2KB Kota
Probolinggo. Kegiatan tersebut dibuka pada Jumat (10/4) di Puri Manggala
Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin,
didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Rey Suwigtyo. Turut hadir
Ketua IDI Kota Probolinggo dr. Trinandika Ardhana, Ketua PPNI Kota
Probolinggo Nursamsu, Kepala Satpol PP, serta para camat se-Kota
Probolinggo.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB dr. Intan Sudarmadi menjelaskan bahwa
pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam
memberikan Bantuan Hidup Dasar, sekaligus memperkuat kemampuan dalam
menangani kondisi kegawatdaruratan medis secara cepat dan tepat.
“Menjadi
sarana membangun koordinasi dan sinergi yang efektif antara tenaga
kesehatan, pengemudi ambulans, dan petugas Satpol PP, guna menghadirkan
respons darurat yang terpadu dan optimal,” ujarnya.
Sebanyak 64 peserta mengikuti pelatihan ini yang terdiri dari tenaga
kesehatan, pengemudi ambulans, dan petugas Satpol PP. Mereka mendapatkan
materi dari narasumber dan instruktur kompeten di bidang
kegawatdaruratan medis dan Bantuan Hidup Dasar yang berasal dari Ikatan
Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)
Kota Probolinggo.
Sementara, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan pentingnya
pelatihan ini sebagai bekal utama dalam menyelamatkan nyawa. “Bantuan
hidup dasar adalah pertolongan pertama yang sangat menentukan sebelum
penanganan lanjutan dilakukan. Tanpa tindakan awal yang tepat, kondisi
darurat bisa berujung fatal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental petugas dalam
menghadapi situasi darurat serta kecepatan respons dalam memberikan
tindakan yang sesuai. “Jangan sampai ada kebingungan saat menghadapi
kondisi yang tidak terduga. Semua harus dilakukan dengan ilmu dan
prosedur yang benar agar tidak memperparah keadaan,” imbuhnya.
Ke
depan, Pemerintah Kota Probolinggo juga menyiapkan mobil Siap Aksi
Langsung Digas (SIGAS) yang akan standby di Gedung Meteor. Kendaraan
multiguna ini dirancang untuk mendukung penanganan darurat, mulai dari
evakuasi pasien, korban bencana, hingga pengangkutan jenazah.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan simulasi
penanganan kasus kegawatdaruratan. Wali Kota Aminuddin turut meninjau
langsung jalannya simulasi, di mana para peserta dilatih memastikan
keamanan situasi serta melakukan tindakan medis sesuai prosedur
keselamatan yang benar.
Rizky (35), pengemudi ambulans peserta pelatihan, mengaku kegiatan
Bantuan Hidup Dasar ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan
dan kepercayaan dirinya saat menghadapi kondisi darurat. “Kami jadi
lebih paham langkah pertolongan pertama yang cepat dan tepat, tidak lagi
bingung saat situasi genting,” ujarnya.
Ia menilai materi dan simulasi yang diberikan sangat relevan dengan
tugas di lapangan, serta berharap pelatihan serupa terus dilakukan agar
petugas semakin siap dan sigap dalam menyelamatkan nyawa. (vv/pin)