Pengurus IDI dan MKEK Kota Probolinggo 2025–2028 Resmi Dilantik, Wali Kota Tekankan Etika dan Sinergi Kesehatan
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Cabang Kota Probolinggo masa bakti 2025–2028 resmi dilantik, Sabtu (25/4), di Majapahit Room Bale Hinggil. Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
KANIGARAN – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Majelis
Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Cabang Kota Probolinggo masa bakti
2025–2028 resmi dilantik, Sabtu (25/4), di Majapahit Room Bale Hinggil.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.
Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Besar
IDI, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua IDI Wilayah Jawa
Timur. Prosesi juga ditandai dengan serah terima kepengurusan dari
pengurus lama kepada pengurus baru.
Ketua panitia dr. Adrian Yusanto menyampaikan bahwa kegiatan ini tak
hanya menjadi momentum pelantikan, tapi juga dirangkaikan dengan halal
bihalal serta seminar etik dan hukum kedokteran. “Kami berharap pengurus
baru dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, dedikasi, dan
semangat pengabdian, serta meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan
kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ketua
MKEK terpilih dr. Ahmad Taufikurrahman, menegaskan pentingnya menjaga
etika profesi di tengah perkembangan ilmu dan teknologi. Menurutnya,
etika kedokteran harus menjadi landasan dalam setiap tindakan medis.
“Etika bukan sekadar aturan tertulis, tetapi harus hidup dalam setiap
keputusan klinis dan interaksi dengan pasien. Kepercayaan masyarakat
adalah fondasi utama yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Sementara itu Ketua IDI Kota Probolinggo yang baru Dr. Trinandika
Ardana, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat organisasi dan
meningkatkan kualitas anggota. Ia menekankan tiga pilar utama, yakni
perlindungan anggota, peningkatan kompetensi, serta kolaborasi strategis
dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
“Profesi dokter adalah panggilan jiwa. Kami akan menjaga etika,
sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan
pelayanan kesehatan,” ungkap Dokter Dika, sapaqnnya.
Wali
Kota Probolinggo dr. Aminuddin pun mengapresiasi peran tenaga medis
dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan. Ia menyebut,
berbagai indikator kesehatan di Kota Probolinggo menunjukkan perbaikan
signifikan, termasuk penurunan angka kematian.
“Pemerintah kota terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan
masyarakat. Peran IDI dan MKEK sangat penting dalam mendukung upaya
tersebut melalui pelayanan yang profesional dan beretika,” ujar Dokter
Amin.
Wali kota Amin juga mendorong para dokter untuk berperan aktif dalam
pembangunan, tidak hanya di bidang kesehatan tetapi juga dalam
pengambilan kebijakan publik. Masih menurut Amin, dokter memiliki
kapasitas analisis dan pemecahan masalah yang kuat.
“Dokter
harus berani tampil dan memberikan kontribusi nyata. Dengan sinergi
antara pemerintah dan organisasi profesi, saya optimistis pembangunan
kesehatan di Kota Probolinggo akan semakin maju,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus
yang baru dilantik dan berharap dapat menjalankan tugas dengan baik demi
terwujudnya masyarakat Kota Probolinggo yang sehat dan sejahtera.
Hingga berita ini ditulis, rangkaian proses Pelantikan Pengurus IDI
dan MKEK Kota Probolinggo 2025-2028 masih berlangsung dan diisi Seminar
Etik dan Hukum, dengan menggandeng narasumber Dr Ario Jatmiko, spesialis
onkologi. (es/pin)