Penilaian Kelurahan Berseri 2026 Rampung, Bakal Tunjuk Satu Kelurahan Ikuti Lomba di Tingkat Jatim
Penilaian Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Probolinggo tahun 2026 resmi berakhir. Selama tiga hari, mulai 13-15 April 2026 tim penilai yang langsung dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Dokter Evariani rampung meninjau lokasi di lima kelurahan.
KANIGARAN – Penilaian Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota
Probolinggo tahun 2026 resmi berakhir. Selama tiga hari, mulai 13-15
April 2026 tim penilai yang langsung dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK
Dokter Evariani rampung meninjau lokasi di lima kelurahan.
Kelurahan Sumber Taman menjadi lokasi terakhir yang dikunjungi tim
penilai dalam rangkaian kegiatan tersebut, sekaligus menutup proses
evaluasi lapangan terhadap kelurahan-kelurahan terbaik.
Ketua Tim Penggerak PKK menegaskan bahwa lomba ini tidak sekadar
ajang kompetisi, melainkan instrumen pembinaan yang dirancang untuk
mendorong kemajuan dan inovasi di tingkat kelurahan.
“Intinya,
saya sebagai Ketua TP PKK ingin seluruh 29 kelurahan bisa maju bersama.
Salah satu cara mendorong itu adalah melalui kompetisi yang memiliki
ukuran jelas, mulai dari aspek pemerintahan, administrasi, layanan
publik, kewilayahan, hingga partisipasi masyarakat dan inovasi
unggulan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pembukaan Job Fair, Rabu
(15/4).
Ia menambahkan, tanpa adanya kompetisi, kelurahan akan kehilangan
ruang apresiasi atas berbagai kinerja yang telah dilakukan. Karena itu,
pihaknya kini tengah mendorong penyusunan dashboard kelurahan sebagai
instrumen pemantauan program secara terintegrasi di tingkat kota.
“Ketika tidak ada perlombaan, ruang apresiasi itu menjadi terbatas.
Maka kami siapkan dashboard kelurahan, sehingga setiap program bisa
terpantau. Dari situ dilakukan seleksi di tingkat kecamatan, lalu lima
besar kita verifikasi langsung melalui survei lapangan,” jelasnya.
Menurut Dokter Evariani, proses penilaian ini juga menjadi tantangan
bagi para pembina dan perangkat daerah untuk lebih aktif turun langsung
ke lapangan. Ia menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus
dimulai dari unit terkecil, yakni kelurahan.
“Dengan administrasi yang tertib, batas wilayah yang jelas, program
kerja yang terarah, serta keterlibatan masyarakat secara aktif, maka
akan lahir inovasi-inovasi mandiri. Keberhasilan kelurahan pada akhirnya
menjadi cerminan keberhasilan pemerintah kota,” tegasnya.
Lebih
lanjut, ia memastikan bahwa seluruh tahapan penjurian dilakukan secara
serius, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Penjurian ini bukan
main-main. Saya mengajak seluruh tim pengawas, perangkat daerah, dan
penilai untuk bekerja sesuai prosedur dan penuh tanggung jawab. Dengan
begitu, gerakan dari kelurahan ini akan menjadi kekuatan nyata untuk
mewujudkan Probolinggo Kota Bersolek,” imbuhnya.
Dari hasil survei lapangan terhadap lima kelurahan terbaik,
masing-masing menunjukkan potensi dan keunggulan yang berbeda, sekaligus
menyisakan sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi ke depan.
Hal ini diharapkan dapat semakin memacu seluruh kelurahan di Kota
Probolinggo untuk terus berbenah, berinovasi, dan memberikan pelayanan
terbaik bagi masyarakat. Lima kelurahan yang masuk dalam penilaian
adalah Kelurahan Kebonsari Kulon, Sukabumi, Pilang, Kedopok dan Sumber
Taman. Jumat (17/4) siang, tim penilai yang dikoordinatori Bagian
Pemerintahan Setda Kota Probolinggo pun telah melakukan sidang pleno
penilaian kelurahan tersebut. Rencananya, satu pemenang akan mewakili
lomba ke tingkat Provinsi Jawa Timur. (mir/fa)