Peringatan HPSN 2026 di Kota Probolinggo, Dorong Kolaborasi Wujudkan Lingkungan Asri
Kota Probolinggo turut memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang sejatinya diperingati setiap tanggal 21 Februari. Tahun ini, peringatan digelar pada Jumat (17/4) pukul 09.30 WIB di TPA Bestari, Jalan Anggrek, dengan berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
MAYANGAN - Kota Probolinggo turut
memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang sejatinya
diperingati setiap tanggal 21 Februari. Tahun ini, peringatan digelar
pada Jumat (17/4) pukul 09.30 WIB di TPA Bestari, Jalan Anggrek, dengan
berbagai kegiatan edukatif dan partisipatif yang melibatkan berbagai
elemen masyarakat.
Sejak pintu masuk kawasan TPA, suasana peringatan sudah terasa dengan
berdirinya sejumlah stan pameran. Salah satu yang menarik perhatian
adalah kegiatan Pasprotol (Pasar Penukaran Botol), yang mengajak
masyarakat untuk menukar sampah botol plastik dengan bahan kebutuhan
pokok.
Dengan
ketentuan 10 botol bening bekas air mineral 600 ml, 6 botol bening
ukuran 1500 ml, atau 1 galon bekas, pengunjung dapat menukarkannya
dengan paket tahu, telur, tempe, maupun mi instan. Program ini sekaligus
mengedukasi masyarakat untuk membawa kantong belanja dan wadah sendiri
guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Selain itu, stan dari Kelurahan Pakistaji, Kampung Dalang Jiduran
Kelurahan Jati, serta Kampung Dora Himalaya Kelurahan Triwung Lor turut
meramaikan acara dengan menampilkan berbagai produk kreatif hasil daur
ulang.
Mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Asri”, HPSN 2026 menjadi
momentum penting untuk mengajak seluruh pihak bergerak bersama menjaga
lingkungan. Kegiatan ini juga menerapkan prinsip less waste event
sebagai bentuk komitmen dalam membatasi penggunaan plastik sekali pakai
serta meningkatkan kesadaran pengurangan timbulan sampah selama acara
berlangsung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Retno Wandansari
menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat kerja sama antara
pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam pengelolaan limbah
secara terpadu.
“Fokus
utama kami adalah mendorong pemilahan sampah dari sumber melalui
pemberdayaan bank sampah serta pengelolaan berbasis kawasan di tingkat
RW,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin,
juga melakukan penandatanganan komitmen bersama pengelolaan sampah
terpadu skala kawasan bersama para camat, lurah dan ketua RW pilot
project. Selain itu, diserahkan pula berbagai bantuan berupa paket
komposter aerob, tempat sampah pilah tiga jenis, serta pupuk kompos
kepada sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat, termasuk
Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini
serta RW pilot project di beberapa kelurahan. Tak hanya itu, bantuan
CSR dari PT Eratex Djaja juga diberikan kepada komunitas Forum
Masyarakat Peduli Sungai (Formalis) berupa 20 kaos dan 18 alat
keselamatan.
Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan pentingnya sinergi dalam
menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyebut sampah sebagai musuh bersama
yang harus ditangani melalui komitmen kolektif, mulai dari tingkat rumah
tangga hingga kawasan.
Ia
juga menyoroti dampak pencemaran mikroplastik dan kualitas air terhadap
kesehatan masyarakat, khususnya meningkatnya risiko penyakit di usia
muda “Melalui program Indonesia Asri, kami mengajak seluruh masyarakat
untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dan memanfaatkan
fasilitas yang telah disediakan. Jadikan motivasi untuk terus menjaga
keasrian lingkungan,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari,
Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK Dokter Evariani,
jajaran Forkopimda, staf ahli, asisten, perangkat daerah, camat, lurah,
perusahaan mitra pemerintah kota, serta komunitas pecinta lingkungan.
Peringatan HPSN 2026 ini diharapkan mampu mendorong perubahan budaya
masyarakat agar lebih peduli dalam memilah sampah dan menjaga
kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai, demi masa depan Kota
Probolinggo yang lebih bersih dan berkelanjutan. (dy/fa)