Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Raudatul Jannah, Wali Kota Ajak Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup
Setiap tanggal 17 Ramadan, umat Islam memperingati Nuzulul Qur’an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Dalam rangka memperingati momentum tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar acara Nuzulul Qur’an pada Jumat sore (6/3) di Masjid Agung Raudatul Jannah dengan mengusung tema “Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup.”
Mayangan – Setiap tanggal 17 Ramadan, umat Islam memperingati Nuzulul
Qur’an, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi
umat manusia. Dalam rangka memperingati momentum tersebut, Pemerintah
Kota Probolinggo menggelar acara Nuzulul Qur’an pada Jumat sore (6/3) di
Masjid Agung Raudatul Jannah dengan mengusung tema “Menjadikan
Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup.”
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin
yang didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK Kota
Probolinggo dr. Evariani, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota
Probolinggo Rey Suwigtyo. Turut hadir pula para alim ulama, tokoh agama,
tokoh masyarakat, Forkopimda, para asisten dan staf ahli, kepala OPD di
lingkungan Pemkot Probolinggo, Ketua BAZNAS, Ketua MUI, serta pengurus
dan muslimat Masjid Agung Raudatul Jannah.
Suasana masjid seketika menjadi khidmat dan penuh makna saat lantunan
ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Ustadz Mahmud Syahroni. Bacaan
tersebut menambah kekhusyukan jemaah yang hadir dalam memperingati
turunnya kitab suci umat Islam tersebut.
Ketua
Pengurus Masjid Agung Raudatul Jannah, Abdul Aziz, menyampaikan harapan
agar akses dari Masjid Agung menuju makam para ulama dapat dibuka
sehingga jasa para ulama terdahulu tetap dikenang. Ia juga menekankan
pentingnya memaknai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan peringatan Nuzulul Qur’an ini memberikan hikmah dan
hidayah dari Allah SWT kepada kita semua,” ujarnya.
Dalam ceramah singkatnya, Wali Kota Aminuddin mengajak masyarakat
memaknai Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk menghadapi berbagai
tantangan global. Ia mengingatkan bahwa perubahan besar dalam kehidupan
umat Islam dapat dimulai dari proses spiritual yang mendalam,
sebagaimana peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di
Gua Hira melalui Malaikat Jibril.
Menurutnya,
bulan Ramadan menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melakukan
perubahan besar dalam diri. “Dengan berpuasa kita menahan hawa nafsu,
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Harapannya saat Syawal nanti kita
kembali ke fitrah, lahir sebagai pribadi yang lebih baik dan bertaqwa
kepada Allah,” ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan
satu-satunya petunjuk yang menuntun manusia menuju jalan kebenaran yang
hakiki.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan rencana
renovasi Masjid Agung Raudatul Jannah dalam waktu dekat agar menjadi
“Masjid Emas” kebanggaan Kota Probolinggo sebagai bagian dari dukungan
terhadap program Probolinggo Besolek.
Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan penyerahan santunan
secara simbolis kepada 10 anak yatim serta bantuan dana pembinaan bagi
perwakilan hafiz dan hafizah di Kota Probolinggo.
Secara keseluruhan, bantuan yang akan disalurkan meliputi santunan
bagi 609 anak yatim, takrim untuk 122 huffadz, bantuan bagi 312 marbot
masjid, distribusi 500 mushaf Al-Qur’an, serta bantuan pengecatan untuk
20 musala di Kota Probolinggo. (vv/pin)