KANIGARAN – Investasi di
Kota Probolinggo terus terbuka untuk memajukan wilayah yang kini
dipimpin Wali Kota Aminuddin – Wawali Ina. PT Multi Visi Indonesia pun
melirik Kota Probolinggo untuk menanamkan modalnya. Senin (19/1), wali
kota bersama perangkat daerah beraudiensi dengan perusahaan yang
berpusat di Jakarta ini.
Kepala DPMPTSP Kota Probolinggo Diah Sajekti Widowati mengungkapkan,
potensi investasi di Kota Probolinggo sangat besar dan terus berkembang.
“Potensinya besar sekali, apalagi kita sudah masuk PSN (Program
Strategis Nasional). Ada pasar agro, ada rel kereta yang akan langsung
tersambung ke pelabuhan. Bahkan kini muncul pemikiran revitalisasi akses
langsung ke pelabuhan agar lebih cepat. Awalnya mungkin (nilai
investasi) Rp 2 triliun, sekarang berkembang,” terang Dyah.
Direktur
Utama PT Multi Visi Indonesia Andi Arief, menjelaskan alasan pihaknya
memilih Kota Probolinggo sebagai target investasi. Menurutnya, visi dan
misi Pemerintah Kota Probolinggo dinilai realistis, terukur dan menjamin
keberlanjutan investasi. “Kami melihat visi dan misi Wali Kota
Probolinggo itu bukan sekadar harapan, tapi sudah meyakinkan bisa
terlaksana. Itu penting bagi investor,” ujarnya.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang general business, industri
serta ekspor-impor, pihaknya melihat Kota Probolinggo memiliki
keunggulan komparatif. Khususnya di sektor perikanan dan pasar agro,
yang ditunjang oleh ketersediaan infrastruktur pendukung seperti rumah
sakit dan layanan publik lainnya.
Andi Arief menambahkan, rencana investasi awal yang dibahas berada
pada kisaran Rp 2 triliun. Namun, dalam jangka panjang potensi investasi
bisa mencapai hingga USD 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun, dengan
catatan perlu kajian mendalam terkait aspek teknis dan perpajakan agar
tidak terjadi tumpang tindih antara pajak pusat dan daerah. “Investasi
ini tidak bisa instan. Perlu pemaparan, skema, kecocokan dan waktu
investasi yang tepat. Komunikasi berkelanjutan menjadi kunci,” jelasnya.
Sementara
itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin menegaskan bahwa Pemkot membuka
peluang seluas-luasnya bagi investor. Investasi diarahkan pada
pengembangan Kota Probolinggo sebagai penyangga pelabuhan, kota transit
dan penyangga pariwisata, sejalan dengan Visi Kota Probolinggo
2025–2029, yakni Mewujudkan Kota Probolinggo yang Tangguh,
Berkelanjutan, Sejahtera, Modern dan Adaptif. “Mudah-mudahan pertemuan
ini berlanjut ke tahap yang lebih teknis,” ungkap wali kota.
Ke depan, komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan calon
investor akan terus dibangun guna memastikan iklim investasi di Kota
Probolinggo semakin kompetitif dan berdampak langsung pada peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan masyarakat.
Audiensi di Ruang Command Center dihadiri oleh berbagai pemangku
kepentingan lintas sector. Di antaranya Pj Sekda Rey Suwigtyo, RSUD Ar
Rozy, DKUMP, BPPKAD, DKPPP, Dinas PUPR-KP serta DPMPTSP Provinsi Jawa
Timur. (dy/fa)