Ramadan Fest, War Takjil, dan Pasar Murah 1447 H Resmi Dibuka di Sentra Kuliner GOR A. Yani
Pemerintah Kota Probolinggo resmi membuka kegiatan Ramadan Fest, War Takjil, dan Pasar Murah Tahun 2026 pada Sabtu (21/2), di Sentra Wisata Kuliner GOR Ahmad Yani. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, yang membuat suasana di komplek olahraga sore itu tampak lebih semarak meski mendung bergelayut.
KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo resmi membuka kegiatan
Ramadan Fest, War Takjil, dan Pasar Murah Tahun 2026 pada Sabtu (21/2),
di Sentra Wisata Kuliner GOR Ahmad Yani. Kegiatan itu dibuka langsung
oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, yang membuat suasana di
komplek olahraga sore itu tampak lebih semarak meski mendung bergelayut.
Masyarakat pun terlihat antusias. Di mana war takjil dipadati pengunjung yang berburu aneka makanan dan minuman berbuka puasa.
Salah satu pengunjung, Siti Aisyah, mengaku senang dengan adanya
kegiatan ini. “Tempatnya nyaman dan bersih. Pilihan takjilnya banyak dan
harganya terjangkau. Sekalian bisa belanja di pasar murah juga,”
ujarnya.
Salah
satu pelaku UMKM peserta War Takjil mengaku terbantu dengan adanya
Ramadan Fest ini. “Alhamdulillah, semoga pengunjung ramai setiap
harinya, penjualan meningkat. Terima kasih kepada Pemkot yang sudah
memberikan wadah untuk kami,” ungkapnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (DKUP) Kota
Probolinggo Slamet Swantoro, menyampaikan penyelenggaraan Ramadan Fest,
Pasar Murah dan War Takjil ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga
kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah serta memberikan
kesempatan kepada pelaku usaha dan PKL Kota Probolinggo untuk memasarkan
produknya.
“Dilaksanakan mulai 21 Februari hingga 14 Maret 2026. Pasar murah
diikuti 12 peserta yang terdiri dari BUMN, perbankan, perusahaan swasta,
dan pelaku usaha Kota Probolinggo. Sementara untuk Ramadan Fest dan War
Takjil diikuti kurang lebih 70 peserta,” jelasnya.
Pada
kesempatan itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menyampaikan
apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk sponsor yang telah mendukung
terselenggaranya kegiatan selama tiga pekan penuh.
“Alhamdulillah, kegiatan Ramadan Fest dan War Takjil tahun ini dapat
berlangsung selama tiga minggu tanpa menggunakan APBD. Ini berkat
dukungan sponsorship dan kolaborasi semua pihak,” ujar Wali Kota.
Wali kota Amin menuturkan, Sentra Kuliner GOR Ahmad Yani kini semakin
berkembang sebagai pusat kuliner Kota Probolinggo dengan total 180
tenant yang aktif setiap hari. Kehadiran pasar murah yang digelar DKUP
pun, sebutnya, semakin menambah daya tarik kawasan tersebut.
Ia
juga turut menginformasikan bahwa Kota Probolinggo terpilih sebagai
salah satu dari 34 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai berhasil
dalam pengelolaan kebersihan dan sampah dari total 518 daerah
partisipasipan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian
Lingkungan Hidup dan dijadwalkan disertai sertifikat serta dukungan
insentif.
“Predikat ini harus kita jaga bersama. Saya mengimbau seluruh
pengunjung dan tenant untuk tetap menjaga kebersihan dan keindahan
sentra kuliner ini. Penghargaan ini terus dipantau dan bisa saja dicabut
jika tidak kita pertahankan,” tegasnya.
Selain mendorong pertumbuhan UMKM, kegiatan ini juga diharapkan mampu
menekan laju inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447
Hijriah. Berdasarkan data, inflasi Kota Probolinggo pada Februari
tercatat sebesar 3,4 persen. Nah, melalui pasar murah dan dukungan
berbagai pihak, pemerintah menargetkan inflasi bisa ditekan hingga 2,75
persen menjelang Lebaran mendatang.
“Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, kita berharap
peningkatan perekonomian serta penurunan angka kemiskinan di Kota
Probolinggo dapat benar-benar terwujud,” pungkasnya. (es/pin)