Resmi Dikukuhkan, Forum PUSPA Bayuangga Diharapkan Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak
Sebanyak 35 perwakilan organisasi masyarakat dari berbagai unsur pendidikan, organisasi kemasyarakatan, profesi, kepemudaan, perempuan, pelaku usaha, media, hingga komunitas sosial di Kota Probolinggo resmi dikukuhkan sebagai bagian dari Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Bayuangga Masa Bakti 2025–2027 di aula Kantor Bakesbangpol, Senin (9/2).
Mayangan – Sebanyak 35 perwakilan
organisasi masyarakat dari berbagai unsur pendidikan, organisasi
kemasyarakatan, profesi, kepemudaan, perempuan, pelaku usaha, media,
hingga komunitas sosial di Kota Probolinggo resmi dikukuhkan sebagai
bagian dari Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan
Anak (PUSPA) Bayuangga Masa Bakti 2025–2027 di aula Kantor Bakesbangpol,
Senin (9/2).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr.
Aminuddin yang hadir didampingi Asisten Pemerintahan Budiono Wirawan.
Kepala Dinas Sosial PPPA, Madihah menyebut pengukuhan ini menjadi
langkah penting untuk memperjelas peran dan fungsi organisasi sekaligus
memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan
dan anak.
Sementara,
Wali Kota Aminuddin menekankan pentingnya dedikasi seluruh pihak dalam
memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam
pendampingan sosial terhadap anak. Ia menyoroti berbagai fenomena
perilaku negatif pada anak yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Jangan pernah menganggap sepele keluh kesah anak. Forum ini
diharapkan mampu membangun komunikasi yang aktif antara sekolah,
keluarga, dan masyarakat melalui edukasi serta pendampingan yang tepat
agar mental anak tetap kuat dan tidak mudah terjerumus pada perilaku
negatif,” tegasnya.
Pengukuhan
ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi
dalam menjawab berbagai persoalan, mulai dari kekerasan terhadap
perempuan, stunting, perceraian, KDRT, keterbatasan akses ekonomi,
hingga pencegahan perkawinan usia anak. “Forum ini tidak boleh berhenti
pada seremoni pengukuhan semata, tetapi harus ditindaklanjuti dengan
langkah-langkah strategis yang konkret dan berkelanjutan agar
benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat,” imbuh Aminuddin.
Pemerintah Kota Probolinggo juga mendorong pemberdayaan perempuan
melalui pengembangan potensi ekonomi dengan memberikan kemudahan
perizinan usaha serta akses kredit lunak melalui Koperasi Merah Putih
sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Kegiatan ini turut dihadiri para kepala perangkat daerah di
lingkungan Pemkot Probolinggo, Ketua Dharma Wanita Persatuan Triyuli
Susilowati Suwigtyo, serta perwakilan organisasi perempuan seperti
Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Yukti Karini, dan
Adhyaksa Dharma Karini.(vv/pin)