Salat Idulfitri di Masjid Agung Raudlatul Jannah, Wali Kota Ajak Perkuat Kebersamaan Jaga Kota
Gema Takbir menggema sebagai pertanda pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo, Sabtu (21/3) pagi.
MAYANGAN – Gema Takbir menggema sebagai pertanda pelaksanaan Salat
Idulfitri 1447 H di Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo,
Sabtu (21/3) pagi.
Sejak pukul 06.15 WIB, ribuan jemaah telah memadati area masjid
hingga ke halaman, dan kawasan Alun-alun. Wali Kota Dokter Aminuddin,
Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK Dokter Evariani bersama
keluarga juga melaksanakan salat Ied di masjid yang berada di tengah
kota ini.
Bertindak sebagai imam dan khatib, Al Mukarrom KH. Ahmad Afif
Supriadi. Ia menyampaikan khutbah yang sarat makna, mengajak umat untuk
menjadikan Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kembali
kepada fitrah dengan memperkuat keimanan dan amal kebaikan.
Dalam
khutbahnya, ia menegaskan bahwa tanda diterimanya ibadah Ramadan
tercermin dari keberlanjutan amal setelahnya. “Amalan terbaik bukan
berhenti di Ramadan, tetapi justru berlanjut dan semakin baik
setelahnya,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membaca Alquran sebagai sumber
syafaat, serta meneladani Rasulullah SAW agar hidup senantiasa memberi
manfaat bagi sesama.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa hakikat hari raya bukan terletak pada
kemeriahan lahiriah, melainkan pada kesucian hati. Jalan menuju surga,
menurutnya, terbuka melalui rahmat Allah, syafaat Rasulullah, dan
kedekatan dengan Al-Qur’an.
Karena itu, umat diajak untuk terus melakukan introspeksi diri serta
memperbaiki hubungan, baik kepada Allah maupun sesama manusia.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin dalam
sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
kepada seluruh masyarakat, seraya mengajak untuk menjadikan momen ini
sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Atas
nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Probolinggo, saya
mengucapkan Minal Aidzin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin,”
tuturnya.
Orang nomor satu di kota ini mengajak masyarakat untuk menjaga
semangat kebersamaan dalam membangun kota. Melalui semangat city
branding “Bersolek”, masyarakat diharapkan mampu menjaga kebersihan
lingkungan, memperindah kota, serta membangun perilaku yang ramah dan
harmonis.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat
ibadah, pusat ilmu, serta pusat penguatan nilai-nilai keislaman di Kota
Probolinggo. Untuk itu dalam waktu dekat akan dilakukan rehab masjid
Raudlatul Jannah.
Pelaksanaan salat pagi itu berlangsung dengan tertib dan penuh
kekhusyukan. Momen saling bersalaman, bermaafan usai salat menjadi
penutup yang hangat, melengkapi makna Idulfitri. (Yul/fa)