Senam Kreasi Massal dan Penghargaan Kader Posyandu Terbaik Meriahkan Satu Tahun Kinerja Wali Kota-Wakil Wali Kota Probolinggo
Sebanyak 1.319 kader posyandu se-Kota Probolinggo mengikuti kegiatan Kilas Prestasi 1 Tahun Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo yang dirangkai dengan Penguatan Kader Posyandu, Kader Lansia Smart serta pembinaan program HIV.
MAYANGAN - Sebanyak 1.319 kader posyandu se-Kota Probolinggo
mengikuti kegiatan Kilas Prestasi 1 Tahun Kinerja Wali Kota dan Wakil
Wali Kota Probolinggo yang dirangkai dengan Penguatan Kader Posyandu,
Kader Lansia Smart serta pembinaan program HIV.
Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara, salah
satunya senam kreasi bersama yang diikuti seluruh peserta dengan penuh
semangat. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat
penghargaan kepada 6 kader posyandu terbaik sebagai bentuk apresiasi
atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam pelayanan kesehatan
masyarakat.
Wali
Kota Probolinggo, dr. Aminudin, menyampaikan bahwa upaya peningkatan
kualitas kesehatan masyarakat harus dimulai dari langkah sederhana di
lingkungan sekitar. Ia menyinggung kegiatan bersih-bersih dan kerja
bakti yang telah dilakukan sebelumnya sebagai bagian dari upaya
preventif.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana program anak asuh stunting
oleh para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Program ini
diharapkan mampu menekan angka stunting hingga mencapai target 1
persen. “Kita ingin memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan tidak
mengalami stunting,” ujarnya.
Dalam mendukung hal tersebut, terdapat enam standar pelayanan minimal
(SPM) yang menjadi fokus, antara lain pemenuhan makanan sehat,
imunisasi, serta penanaman tanaman lavender untuk mencegah berkembangnya
jentik nyamuk.
Selain
itu, perhatian juga diberikan pada permasalahan kesehatan lainnya
seperti tuberkulosis (TB) dan hipertensi pada lansia. Wali kota
menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah ditopang oleh beberapa
aspek utama, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, perumahan, serta
sosial.
Di sisi lain, transformasi digital juga terus didorong melalui
digitalisasi 219 posyandu di Kota Probolinggo. Tak hanya itu, Pemerintah
Kota juga menghadirkan inovasi layanan berupa mobil emergency SIGAS
(Siap Aksi Langsung Gas) yang ditempatkan di masing-masing kecamatan
untuk mendukung kebutuhan darurat masyarakat. Sosialisasi lebih lanjut
terkait layanan ini akan segera dilakukan.
“Semoga kita semua dapat menjalankan amanah ini dengan baik, sehingga
Kota Probolinggo bisa terus naik kelas di berbagai sektor melalui
berbagai upaya revitalisasi,” tambahnya.
Diketahui, pemilihan kader terbaik dilakukan melalui sejumlah tahapan
tes yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan penilaian berdasarkan
wilayah puskesmas di Kota Probolinggo. (sit/pin)