Sosialisasikan Konsep Pengembangan Pengelolaan Sampah Skala Kawasan, Wujudkan Kelurahan BERSOLEK
Upaya mengelola sampah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan peran serta semua pihak agar sampah tidak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan dapat bernilai ekonomis. Untuk itu, pengurangan dan pemilahan sampah di lingkungan masing-masing harus dimaksimalkan
KANIGARAN – Upaya mengelola sampah tidak dapat dilakukan oleh
pemerintah sendiri. Dibutuhkan peran serta semua pihak agar sampah tidak
menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan dapat bernilai ekonomis.
Untuk itu, pengurangan dan pemilahan sampah di lingkungan masing-masing
harus dimaksimalkan.
Guna mencapai tujuan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Probolinggo menggelar sosialisasi konsep pengembangan pengelolaan sampah
skala kawasan, Jumat (20/2), di Puri Manggala Bakti Kantor Wali Kota.
Sasaran sosialisasi adalah pemangku wilayah dan kader kecamatan dan
kelurahan.
"Adapun
maksud dan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan peserta
mengenai kebijakan dan konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis
kawasan," kata Kepala DLH Retno Wandansari.
Melalui sosialisasi ini diharapkan bisa mendorong peran aktif TP -
PKK dan kader kelurahan dalam pengurangan dan pemilahan sampah dari
sumber, memberikan ketrampilan praktis pengolahan sampah yang dapat
diterapkan di lingkungan masing - masing, menumbuhkan kesadaran kolektif
untuk mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan perkotaan.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin menegaskan
konsep pengembangan pengelolaan sampah terpadu skala kawasan ini sangat
penting. “Kami bersama camat, lurah, RW, dan RT ingin mewujudkan konsep
'BERSOLEK' menjadi konsep kawasan," ujarnya.
Dokter
Aminuddin menambahkan, konsep pengembangan sampah skala kawasan Kota
Probolinggo menjadi tanggung jawab bersama. "Kalau betul - betul dari
masing - masing pribadi peduli dan mawas diri terkait kebersihan
lingkungan dan pengelolaan sampah, mindset bisa dikembangkan mulai dari
kawasan terkecil rumah tangga, jika dilakukan bersama - sama bukan main
dampaknya,” terangnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK dr. Evariani,
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Asisten Pemerintahan
dan Kesejahteraan Rakyat Budiono Wirawan. Selain camat dan lurah,
peserta sosialisasi diikuti ketua PKK kecamatan dan kelurahan serta
Ketua LPM se-Kota Probolinggo. (Crl/fa)