Tekan AKI-AKB Lewat Kreativitas Lomba Video, PD Aisyiyah Lolos Jadi Juara
Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota Probolinggo kini dikemas lebih kreatif dan kolaboratif. Melalui ajang Penghargaan Lomba Videografi yang melibatkan organisasi masyarakat (ormas) wanita, Dinas Kesehatan PPKB mendorong peran aktif perempuan dalam edukasi dan pemantauan kesehatan ibu dan anak, Kamis (16/4/2026) di Puri Manggala Bhakti. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi inovatif pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan AKI dan AKB yang masih menjadi tantangan.
PROBOLINGGO – Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota
Probolinggo kini dikemas lebih kreatif dan kolaboratif. Melalui ajang
Penghargaan Lomba Videografi yang melibatkan organisasi masyarakat
(ormas) wanita, Dinas Kesehatan PPKB mendorong peran aktif perempuan
dalam edukasi dan pemantauan kesehatan ibu dan anak, Kamis (16/4/2026)
di Puri Manggala Bhakti. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi
inovatif pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan AKI dan AKB yang
masih menjadi tantangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Probolinggo Dokter
Evariani Aminuddin, jajaran pengurus TP-PKK, Perwakilan Bhayangkari
Polres Probolinggo Kota, Perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana Kodim
0820, kepala perangkat daerah terkait, direktur rumah sakit, dokter
spesialis obgyn, organisasi profesi, serta perwakilan organisasi
perempuan se-Kota Probolinggo.
Kepala
Dinkes PPKB Kota Probolinggo Dokter Intan Sudarmadi menyampaikan bahwa
upaya penurunan AKI dan AKB masih menjadi tantangan serius meski
berbagai program telah dijalankan. Data menunjukkan, AKI di Kota
Probolinggo pada tahun 2024 mencapai 250,7 per 100.000 kelahiran hidup
dan menurun menjadi 82,37 pada tahun 2025. Sementara AKB tercatat
sebesar 15,04 per 1.000 kelahiran hidup pada 2024 dan turun menjadi
13,45 pada 2025.
“Tidak hanya peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan,
dukungan lintas sektor termasuk ormas wanita sangat dibutuhkan, terutama
dalam penemuan ibu hamil dan pendataan secara real time,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dinkes PPKB bertujuan meningkatkan kapasitas
dan peran aktif ormas wanita dalam upaya penurunan AKI dan AKB melalui
pendekatan edukatif, advokatif, dan pemberdayaan masyarakat. Lomba ini
diikuti sekitar 180 peserta dari berbagai unsur, termasuk PD, camat,
TP-PKK, ormas wanita, puskesmas dan kader posyandu.
Rangkaian
lomba videografi telah dimulai sejak Maret 2026, mulai dari persiapan,
sosialisasi, hingga pengumpulan karya video dari peserta yang menyoroti
upaya penurunan AKI dan AKB di masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Dokter Evariani Aminuddin menekankan
pentingnya peran strategis ormas wanita dalam edukasi kesehatan
masyarakat. “Ormas wanita memiliki kekuatan dalam mengedukasi karena
lebih aktif dan dekat dengan masyarakat. Kita sebagai perempuan memiliki
peran penting dalam mengawal isu AKI dan AKB, mulai dari apa yang harus
diawasi hingga langkah pencegahan,” kata istri Wali Kota Dokter
Aminuddin ini.
Ia juga mendorong agar karya video yang dihasilkan dapat
dipublikasikan secara luas agar membentuk kesadaran masyarakat. Selain
itu, pendampingan ibu hamil harus terus diperkuat melalui sistem
pemantauan yang terintegrasi dan berbasis data.
“Sekarang sudah ada inovasi berbasis digital dengan penggunaan tablet
untuk pemantauan secara real time. Ini menjadi langkah konkret dalam
mengendalikan angka AKI dan AKB,” tambahnya.
Dalam
kesempatan tersebut, dr. Evariani juga menyampaikan apresiasi tinggi
kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba videografi.
Pemenang juara harapan 2 diraih PD Salimah dengan judul “Nikah Sehat”;
juara harapan 1 Persit Kartika Chandra Kirana dengan tema pelayanan
Posyandu ILP; juara 3 Bhayangkari Cabang Probolinggo Kota dengan tema
penurunan AKI dan AKB; juara 2 PC Muslimat NU dengan tema akses cepat
waktu; dan juara 1 diraih PD Aisyiyah melalui karya berjudul “GIPLI:
Langkah Sederhana Selamatkan Ibu dan Bayi”.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif ormas wanita,
Pemerintah Kota Probolinggo optimistis upaya percepatan penurunan AKI
dan AKB dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. (sit/fa)