Tutup Seleksi Capaska 2026, Wawali Ina; Disiplin sebagai Investasi Masa Depan
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari menutup seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tahun 2026 yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Kamis (16/4). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian seleksi ketat yang diikuti ratusan pelajar terbaik dari berbagai sekolah di Kota Probolinggo.
KANIGARAN – Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari menutup
seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tahun 2026 yang
digelar di Puri Manggala Bhakti, Kamis (16/4). Kegiatan ini menjadi
penanda berakhirnya seluruh rangkaian seleksi ketat yang diikuti ratusan
pelajar terbaik dari berbagai sekolah di Kota Probolinggo.
Dalam sambutannya, Wawali Ina menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar
seremoni penutupan, melainkan momentum penting untuk mengapresiasi
perjuangan, kerja keras, dan semangat juang para peserta yang telah
melalui berbagai tahapan seleksi.
“Menjadi
bagian dari Capaska bukan hanya tentang baris-berbaris atau tampil di
upacara kenegaraan. Ini adalah proses pembentukan karakter.
Kedisiplinan, ketangguhan fisik, dan mental yang kalian latih hari ini
adalah investasi berharga untuk meraih kesuksesan di masa depan,” ujar
Ina.
Ia juga mendorong para peserta untuk terus mengembangkan potensi dan
tidak berhenti pada capaian di tingkat kota. “Teruslah berprestasi,
jangan cepat puas. Kesempatan untuk menembus tingkat provinsi bahkan
nasional harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena itu akan menjadi
bekal dalam menempuh pendidikan tinggi maupun karier kedinasan,”
tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Bakesbangpol) Kota Probolinggo, M. Sonhadji menyampaikan jumlah
pendaftar seleksi Capaska Kota Probolinggo Tahun 2026 tercatat sebanyak
295 orang. Dengan rincian 154 putra dan 141 putri. Setelah melalui
seluruh tahapan seleksi hingga wawancara, jumlah peserta tersisa menjadi
107 orang, terdiri dari 74 putra dan 33 putri.
Dari
jumlah tersebut, selanjutnya akan dilakukan proses pemeringkatan oleh
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk menentukan kelulusan
akhir sebanyak 74 orang, dengan komposisi 43 putra dan 33 putri.
“Selain itu, seleksi ini juga menjadi bagian penting dalam menentukan
perwakilan Kota Probolinggo ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Dan kami
berharap dapat melangkah hingga ke tingkat nasional,” imbuhnya.
Proses seleksi yang dilakukan meliputi delapan tahapan pengujian.
Mulai dari administrasi, kesehatan, hingga wawancara, guna menjaring
kandidat terbaik yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga
memiliki wawasan kebangsaan dan karakter yang kuat.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan tugas pengibaran
bendera, tetapi sebagai upaya strategis dalam membentuk generasi muda
yang berkarakter, disiplin, serta memiliki semangat patriotisme yang
tinggi,” tandas Sonhadji. (mir/fa)