Ulama dan Umaroh Bersatu dalam Doa, Wujudkan Keberkahan Ramadan di Kota Probolinggo
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Doa Bersama Ulama dan Umaroh, Minggu (15/3) di Rumah Dinas Wali Kota. Kegiatan bertema “Merajut Ukhuwah untuk Menggapai Berkah” tersebut dihadiri sekitar 150 undangan dari berbagai unsur masyarakat.
KANIGARAN - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo
menggelar kegiatan Doa Bersama Ulama dan Umaroh, Minggu (15/3) di Rumah
Dinas Wali Kota. Kegiatan bertema “Merajut Ukhuwah untuk Menggapai
Berkah” tersebut dihadiri sekitar 150 undangan dari berbagai unsur
masyarakat.
Tampak hadir Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, para tokoh
agama, tokoh masyarakat, staf ahli dan asisten, kepala perangkat daerah,
para camat dan lurah, perwakilan Forkopimda serta sejumlah undangan
lainnya.
Dalam
sambutannya, wali kota yang akrab disapa Dokter Amin itu menyampaikan
rasa syukur karena momen kebersamaan antara ulama dan umaroh dapat
kembali terjalin, terlebih di hari ke-25 Ramadan 1447 Hijriah. Ia juga
mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kota Probolinggo yang telah
memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai ruang silaturahmi dan penguatan
ukhuwah.
Menurutnya, kepemimpinan dalam pemerintahan membutuhkan masukan dari
berbagai pihak, termasuk para ulama dan tokoh masyarakat. Ia
mengibaratkan proses pengambilan keputusan dalam pemerintahan seperti
seorang dokter yang harus memahami terlebih dahulu permasalahan pasien
sebelum memberikan obat.
“Sebagai wali kota, saya memegang prinsip inklusif, terbuka bagi
semua pihak. Para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi
masyarakat hingga media memiliki ruang untuk menyampaikan masukan demi
kemajuan Kota Probolinggo,” ujarnya.
Ia
juga menyampaikan bahwa selama hampir satu tahun masa kepemimpinannya,
berbagai capaian pembangunan telah diraih oleh Pemerintah Kota
Probolinggo. Di antaranya, penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan
ekonomi yang mencapai 5,65 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi
di Jawa Timur, serta diraihnya sekitar 25 penghargaan di berbagai
bidang.
Selain itu, Dokter Amin juga menyoroti sejumlah program pembangunan
yang tengah berjalan, mulai dari peningkatan infrastruktur kota,
pengembangan sektor kesehatan dan pendidikan, hingga program
pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Salah satu fokus kami adalah peningkatan kualitas sumber daya
manusia. Melalui program beasiswa yang sedang kami siapkan senilai Rp1
miliar, kami ingin memastikan generasi muda Kota Probolinggo mendapatkan
akses pendidikan yang lebih baik,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai
bagian dari keimanan. Menurutnya, dukungan para ulama sangat dibutuhkan
untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan kota.
Pada
kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Baznas juga
menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Probolinggo. Bantuan
tersebut diberikan dalam rangka meringankan beban masyarakat kurang
mampu selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi santunan untuk 549 anak
yatim, bantuan bagi 463 abang becak dan kaum duafa, bantuan 500 mushaf
Al-Qur’an, takriman bagi 122 hafidz Al-Qur’an, tali asih untuk 150 kiai
dan nyai, bantuan konsumsi syiar dakwah bagi 2.729 penerima bersama
Dinas Sosial, serta bantuan bagi 310 marbot masjid.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo KH. Sulthon, dengan
harapan Kota Probolinggo senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian
serta kemajuan pembangunan bagi seluruh masyarakatnya. (dy/fa)