KANIGARAN
– Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bertemu Kepala Balai Besar/Balai
Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, bersama tim di
Ruang Transit, Kantor Wali Kota, Rabu (21/1). Audiensi ini membahas
sinergi program pengembangan, pembinaan dan perlindungan bahasa di Kota
Probolinggo.
Dalam kesempatan itu, Puji Retno Hardiningtyas memaparkan sejumlah
program Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Di antaranya Program PKBI
(Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia) yang rutin dilaksanakan
Balai Bahasa di berbagai provinsi, Program Lisan Pahlawan yang berfokus
pada pengangkatan tokoh pahlawan lokal untuk meningkatkan literasi anak
dan selaras dengan pengembangan desa wisata, serta program penyegaran
bahasa Indonesia bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk pendampingan
penyegaran ASN dalam pengonsepan surat-menyurat kedinasan.
Selain
itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa
berencana menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan
pemerintah daerah. “Untuk tindak lanjutnya nanti akan kami koordinasikan
hingga ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Tugas kami di Balai
Bahasa adalah melakukan pemasyarakatan dan perlindungan bahasa di
daerah,” ujar Retno.
Balai Bahasa Jawa Timur, lanjut Retno, telah menghasilkan sejumlah
produk digital. Di antaranya pengembangan kamus tiga bahasa yang masuk
ke lingkungan sekolah, meliputi bahasa Kasada, Jawa, Madura serta
Jawa-Osing.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin
menyambut baik rencana dan program yang ditawarkan. Ia menegaskan bahwa
meskipun Kota Probolinggo merupakan wilayah Pendalungan dengan sekitar
30 persen penduduk pendatang, kota ini justru menjadi tempat yang
strategis untuk pengembangan bahasa Indonesia.
Wali
kota juga menyoroti potensi literasi dan sejarah yang dimiliki Kota
Probolinggo, mulai dari keberadaan pojok literasi sejarah yang didirikan
oleh warga asli Kota Probolinggo, motif-motif batik Probolinggo yang
tersimpan di Leiden, Belanda sejak tahun 1883, hingga berbagai hikayat
yang berkembang dan dapat menjadi bagian dari pustaka baru.
“Ini menjadi harapan kita bersama. Prinsipnya kami terbuka, bukan
hanya untuk pengembangan budaya, tetapi juga sebagai investasi
sebesar-besarnya di bidang pendidikan dan perpustakaan,” tegasnya.
Siti Romlah, Kepala Disdikbud yang hadir mendampingi wali kota,
menambahkan bahwa Kota Probolinggo telah memiliki Tim Penggunaan Bahasa
Indonesia. Tim tersebut sudah terbentuk dan ke depan tinggal dilakukan
penguatan peran dan kapasitasnya. Audiensi tersebut turut dihadiri
Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Probolinggo Prijo Djatmiko. (Sit/fa)