KANIGARAN
– Inspektorat Kota Probolinggo menggelar Acara Ekspose Hasil Pengawasan
Tahun 2025 dan Rencana Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Berbasis
Risiko Tahun 2026, Rabu (4/2), di Ruang Command Center Kantor Wali Kota
Probolinggo.
Ekspose ini bertujuan untuk menyampaikan hasil pengawasan selama
tahun 2025 sekaligus menjaring kebutuhan dari masing-masing perangkat
daerah terkait program dan kegiatan strategis tahun 2026 yang memiliki
tingkat risiko tinggi. Penyusunan PKPT tetap diselaraskan dengan program
kerja yang bersifat mandatori sesuai ketentuan Kementerian Dalam
Negeri.
Acara
ini diikuti kepala perangkat daerah serta Tim Penyusun PKPT Tahun 2026.
Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Pakta
Integritas Tahun 2026 oleh Wali Kota Probolinggo, Penjabat Sekretaris
Daerah, Inspektur, dan Kepala BPPKAD sebagai bentuk komitmen bersama
dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, dalam arahannya menegaskan
bahwa kegiatan ini merupakan forum yang sangat serius dan strategis
untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Ia menekankan bahwa good
governance hanya dapat terwujud melalui perencanaan yang matang,
pengawasan yang kuat, serta komitmen terhadap clean government.
“Perencanaan harus jelas dan kuat. Kita tidak bisa berbicara tata
kelola yang baik kalau perencanaannya sendiri tidak jelas. Setelah itu
baru dilakukan monitoring, controlling, dan pengawasan. Jika ada
penyimpangan, bisa segera dikendalikan,” tegasnya.
Wali
kota juga mendorong agar seluruh perangkat daerah, khususnya fungsi
perencanaan, melakukan evaluasi menyeluruh dan bekerja lebih keras.
Lebih lanjut, Dokter Aminuddin mengingatkan pentingnya memperkuat
pengawasan internal di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, kekuatan daerah terletak pada kemampuan menciptakan
pemerintahan yang bersih dan profesional, didukung sistem perencanaan,
monitoring, dan pengawasan yang terintegrasi. “Inspektorat harus
memiliki tools yang kuat. Pengawasan dan diskusi harus tetap berada pada
jalurnya, agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi
masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengawasan penyelenggaraan
pemerintahan di Kota Probolinggo ke depan semakin terarah, berbasis
risiko, serta mampu mendukung terwujudnya pemerintahan yang bersih,
transparan, dan akuntabel. (sit/fa)