KANIGARAN - Wali Kota Probolinggo dr.
Aminuddin didampingi Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari membuka
Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja
Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2027, Kamis (26/3) siang di Puri
Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo.
Dalam laporannya Kepala Bapperida Kota Probolinggo Rey Suwigtyo
menjelasakan bahwa melalui musrenbang, dapat membuka ruang dialog antara
pemangku kepentingan seperti kepala daerah, akademisi, pelaku usaha,
organisasi masyarakat, dan warga untuk memberikan masukan dan
pertimbangan.
Tiyok juga memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah Kota
Probolinggo, salah satunya, peningkatan 0,53% pertumbuhan ekonomi dari
tahun 2024 ke 2025 menjadi sebesar 5,68%.
"Pertumbuhan
ekonomi di atas capaian Provinsi Jawa Timur di posisi 5,33%, bahkan
nasional hanya 5,11%. Tidak hanya itu, tingkat kemiskinan di Kota
Probolinggo juga menurun 0,49, tahun 2024 dari 6,18 ke tahun 2025
menjadi 5,69%, lebih baik dari provinsi maupun nasional," tambahnya.
Hal senada disampaikan Wali Kota Dokter Amin usai membuka kegiatan,
dimana dirinya bersyukur dengan sudah banyaknya capaian yang melampaui,
salah satunya penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo.
"Alhamdulillah dengan capaian - capaian itu sudah banyak yang
melampaui, misalnya penurunan kemiskinan 2 digit, mestinya penurunan
0,5%, nah ini 0,69%, banyak lagi tadi capaian - capaian itu akan kita
pertahankan," ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini menambahkan ide kreatif dari
masyarakat (industri kreatif) sangat dibutuhkan untuk proses
pembangunan ke depan.
"Bentuk dukungan dari masyarakat, ide kreatif, dan pemecahan masalah
yang solutif sehingga betul - betul terus pada tracknya, menuju apa yang
kita capai pertumbuhan ekonomi 8% menunjang pertumbuhan nasional, IPM
diatas 85% ini harapan masyarakat," imbuhnya.
Sementara
itu, Staf Ahli Gubernur Jatim Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Budi
Raharjo mengatakan pentingnya interkoneksi antara visi di pusat
(pemerintah pusat) dengan program - program perencanaan di provinsi dan
kabupaten/kota.
"Terima kasih Pak Wali, dari 5 indikator tadi, 4 ternyata Kota
Probolinggo sudah diatas rata - rata. Jadi ini prestasi semua, saya
mewakili Provinsi Jatim mengucapkan terima kasih karena ini menjadi
supporting buat Provinsi Jatim," katanya.
Budi juga mengingatkan agar program yang dilaksanakan dalam
pembangunan daerah bisa in line untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat yang tidak terbatas dan berkontribusi terhadap pembangunan
tingkat nasional maupun provinsi.
"Untuk tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nasional tahun 2027
'Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi,
dan Industri', dimana tema ini difokuskan untuk memperkuat sektor
unggulan, mendorong hilirisasi, serta memastikan pembangunan manusia dan
ekonomi berjalan berkelanjutan menuju Indonesia Emas" tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Probolinggo Dwi Laksmi Syntha
Kusumawardhani menyampaikan bahwasannya turut memberi masukan berupa
pokok - pokok pikiran juga strategi dari DPRD Kota Probolinggo melalui
serap aspirasi masyarakat baik melalui reses maupun kunjungan kerja ke
dapil masing - masing.
"Selain
harus berpedoman pada RPJMD Kota Probolinggo 2025-2029, yang selaras
dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi, juga harus menjunjung
prinsip pembangunan berkelanjutan dan memiliki manfaat langsung bagi
masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan Musrenbang RKPD Tahun 2027 dihadiri 200 undangan dari
berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, stakeholder,
swasta, hingga masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Probolinggo,
dr. Evariani Aminuddin, Kepala BPS Kota Probolinggo Joko Santoso,
Inspektur Kota Probolinggo, perwakilan Pemkab Probolinggo dan Pemkab
Lumajang, para asisten dan staf ahli, kepala PD, BUMD, hingga camat dan
lurah serta instansi vertikal.
Selain pemaparan materi dari nara sumber, juga dilakukan
Penandatanganan Berita Acara Musrenbang RKPD Tahun 2027 Kota Probolinggo
oleh setiap unsur pemangku kepentingan yang mewakili. (crl/pin)