Wali Kota Dokter Aminuddin Serahkan Bantuan UMSI, Dorong Kemandirian Usaha Sektor Informal
Di momen Kilas Prestasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wawali Ina Dwi Lestari, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinkaer) Kota Probolinggo menggelar kegiatan Pembekalan Motivasi serta penyerahan Bantuan Peralatan Usaha Mandiri Sektor Informal (UMSI) tahun 2026, Selasa (31/03) siang, bertempatkan di Aula UPTD BLK Disperinaker.
KADEMANGAN – Di momen Kilas Prestasi Satu
Tahun Kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wawali Ina Dwi
Lestari, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan
Tenaga Kerja (Disperinkaer) Kota Probolinggo menggelar kegiatan
Pembekalan Motivasi serta penyerahan Bantuan Peralatan Usaha Mandiri
Sektor Informal (UMSI) tahun 2026, Selasa (31/03) siang, bertempatkan di
Aula UPTD BLK Disperinaker.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan
angka pengangguran melalui penguatan sektor kewirausahaan di Kota
Probolinggo. Kegiatan yang mengusung tema “Kerja Nyata, Menata Kota” ini
dibuka secara langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin, didampingi
Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari.
Kadis
Perinaker Retno Fadjar Winarti mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud
nyata komitmen Pemkot Probolinggo dalam mengentaskan masalah
pengangguran dan kemiskinan melalui kemandirian serta jiwa usaha
masyarakat.
Sebanyak 19 penerima bantuan yang telah mengikuti dan memiliki
sertifikat pelatihan serta telah memiliki embrio usaha diberikan
peralatan usaha. Peralatan usaha yang diberikan sebanyak sembilan jenis
peralatan diantaranya berupa; alat coffe maker expresso 1 unit, etalase
baju gantung 1 unit, freezer box 1 unit, kursi hidrolic babershop, 1
unit mesin jahit 4 unit, mesin lubang kancing 2 unit, mexer duduk 3
unit, oven gas 4 unit, spinner pemisah minyak 2 unit.
Sementara itu, Wali Kota Dokter Aminuddin menuturkan, Pemkot
Probolinggo memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan motivasi,
dorongan, serta wawasan usaha kepada calon maupun wirausahawan baru.
Dengan harapan para pelaku usaha mampu meningkatkan kreativitas dan
produktivitas sehingga dapat menyerap tenaga kerja baru. Ia menyampaikan
bahwa sektor informal memiliki peranan penting dalam menggerakkan roda
perekonomian daerah.
“Kegiatan
ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata komitmen pemerintah
dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di sektor
informal. Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan, membuka peluang,
dan menumbuhkan semangat kewirausahaan baru,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bantuan yang diberikan bukanlah tujuan
akhir, melainkan titik awal bagi para penerima untuk terus berkembang.
Para peserta diminta memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal,
merawat peralatan, serta terus berinovasi agar usaha yang dijalankan
dapat naik kelas.
Dengan adanya dukungan peralatan dan pembekalan yang memadai,
diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih profesional, baik dari
sisi manajemen, pemasaran, maupun pengelolaan sumber daya.
”Dengan
bantuan ini kami berharap Bapak-Ibu turut serta dapat menjadi tulang
punggung untuk turut serta mengurangi angka pengangguran di Kota
Probolinggo. Jadi alatnya jangan dijual yaa, itu usahanya lebih
ditingkatkan kalau sudah besar bisa buka cabang dimana-mana. Karena di
sini ada 19 orang, paling tidak Bapak-Ibu merekrut 1 orang saja brarti
sudah ikut serta mengentaskan pengangguran di Kota Probolinggo,”
tegasnya.
Di sisi lain, Emy Rohmiati (58) warga Jrebeng Kidul pemilik usaha
Ciplis Ketring mengaku telah membuka usaha katering sejak 4 tahun lalu
sebelum purna tugas menjadi ASN. ”Alhamdulillah dengan bantuan mixer ini
saya akan mengemabngkan usaha saya. Sudah ada enam karyawan yang
membantu saya saat ini, semoga ini juga bisa mengurangi pengangguran
juga,” ungkapnya.
Dalam giat itu juga turut hadir Pj. Sekda Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK
Kota dr. Evariani, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso,
Kadinsos PPPA Madihah serta para camat di lingkungan Pemkot Probolinggo.
(dev/pin)