KANIGARAN
– Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin didampingi Wakil Wali Kota
Probolinggo Ina Dwi Lestari, menerima kunjungan Komandan Komando Daerah
Angkatan Laut (Kodaeral) V TNI AL, Senin (26/1) di Rumah Jabatan Wali
Kota Probolinggo. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penguatan
sinergi antara Pemerintah Kota Probolinggo dan TNI Angkatan Laut dalam
mendukung pembangunan daerah, ketahanan pangan, serta peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo menyampaikan apresiasi atas
kunjungan Komandan Kodaeral V TNI AL sebagai bentuk kolaborasi strategis
lintas instansi.
“Kami
membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, mulai dari sektor perikanan,
pelabuhan, hingga ketahanan pangan melalui budidaya kedelai untuk
mendukung industri tempe lokal,” ujarnya.
Ia memaparkan potensi ekonomi Kota Probolinggo secara komprehensif,
sekaligus menyoroti potensi pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
Bahkan, Wali Kota Aminuddin secara khusus menawarkan Kota Probolinggo
sebagai lokasi proyek percontohan nasional bagi berbagai program
penguatan daerah.
“Kami siap menjadi pilot project nasional untuk program-program
strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,”
tambahnya.
Sementara itu, Komandan Kodaeral V TNI AL, Laksda TNI Ali Triswanto,
menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat
silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi strategis dengan Pemerintah
Kota Probolinggo.
“Kami
menjalankan instruksi Presiden RI untuk mendukung pembangunan daerah
dan ketahanan pangan nasional. Angkatan Laut memiliki peran khusus pada
komoditas kedelai dan sektor perikanan, termasuk mendukung program
sosial dan infrastruktur di wilayah pesisir,” tegasnya.
Selain ketahanan pangan, ia juga menawarkan dukungan melalui program
renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi kelompok nelayan serta
penguatan keamanan wilayah pantai.
Dalam diskusi yang berlangsung, Penjabat Sekretaris Daerah Kota
Probolinggo, Rey Suwigtyo, menyampaikan masukan untuk mengoptimalkan
potensi wisata bahari melalui kolaborasi lintas instansi. Ia menekankan
kebutuhan penyediaan ambulans laut serta peningkatan standar keselamatan
pelabuhan guna menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan asing yang
berkunjung menggunakan kapal pesiar.
“Kami membutuhkan dukungan seperti penyediaan ambulans laut dan
peningkatan standar keselamatan pelabuhan agar wisatawan, termasuk turis
asing kapal pesiar, merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Masukan
selanjutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan
dan Perikanan Kota Probolinggo, Fitriawati, yang mengungkap sejumlah
kendala, seperti penggunaan alat tangkap ikan (Sibolga) yang tidak ramah
lingkungan oleh nelayan luar daerah serta keterbatasan pemanfaatan aset
pelabuhan perikanan yang berada di bawah kewenangan provinsi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr.
Evariani Aminuddin turut menyampaikan kegelisahan pemerintah daerah
terkait keterbatasan kewenangan dalam membenahi estetika dan
infrastruktur kota, terutama pada titik krusial seperti pintu keluar tol
dan pelabuhan.
“Kami ingin mempercantik wajah kota, khususnya di titik strategis
seperti pintu keluar tol dan kawasan pelabuhan. Namun banyak aset jalan
dan infrastruktur berada di bawah kewenangan provinsi maupun pusat.
Akibatnya, pemerintah kota sering menanggung dampak lingkungan, seperti
banjir, tanpa memiliki kewenangan teknis untuk melakukan perbaikan
mandiri. Kami berharap kebuntuan birokrasi ini dapat dijembatani agar
aspirasi daerah segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Kadister
Kodaeral V Kolonel Laut (T) Bagus Arianto, menanggapi bahwa pihaknya
menaruh perhatian serius terhadap pengawasan aktivitas penangkapan ikan
illegal, termasuk penggunaan alat tangkap ikan yang dilarang.
“Informasi terkait alat tangkap Sibolga ini akan kami dalami lebih
lanjut, mulai dari jenis alat tangkapnya, karakteristik kapal, hingga
ukuran tonase atau GT-nya. Penangkapan ikan memiliki aturan yang jelas
terkait fishing ground dan alat tangkap, sehingga jika diperlukan kami
siap mengerahkan unsur patroli untuk memperkuat pengawasan wilayah
perairan dan melindungi nelayan lokal,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries
Santoso, Asisten Administrasi Umum, Agus Effendi, Staf Ahli Wali Kota
Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Rachma Deta Antariksa, Kepala
Dispopar, M. Abas, serta perwakilan dari DPMPTSP, dan Dinas Sosial PPPA
Kota Probolinggo. (mir/pin)