KANIGARAN
- Pemkot Probolinggo melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan
Pengembangan Kota Probolinggo (Bapeda Litbang) menggelar rapat
Koordinasi Tim Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) tahun
2025-2029. Rakor dibuka Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari didampingi Pj
Sekda Rey Suwigtyo, di Command Center, Senin (24/11).
Wawali Ina yang didapuk sebagai Ketua
Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), menyampaikan bahwa
rapat ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari perangkat daerah (PD)
terkait. Guna mengidentifikasi permasalahan kemiskinan secara faktual,
dan merumuskan dokumen RPKD sebagai pedoman perencanaan, pelaksanaan,
pemantauan, serta evaluasi program penanggulangan kemiskinan di Kota
Probolinggo.
Dokumen
RPKD ini memuat arah kebijakan, program prioritas, serta
langkah-langkah percepatan penanggulangan kemiskinan yang akan
dilaksanakan selama lima tahun ke depan bersama dengan Institut Ahmad
Dahlan Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan itu, Rektor Institut
Ahmad Dahlan Prof Breni didampingi Prof Sutawi dan Prof Jabal memaparkan
Dokumen RPKD tahun 2025-2029 yang berisi analisis mendalam mengenai
kondisi kemiskinan di Kota Probolinggo. Meliputi persentase penduduk
miskin, garis kemiskinan, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan,
serta tingkat kemiskinan ekstrem.
Selain itu, RPKD itu membahas isu-isu
strategis terkait pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, infrastruktur
dasar, ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial yang relevan dengan
situasi di Kota Probolinggo, serta merumuskan program prioritas dan
rencana aksi daerah untuk lima tahun kedepan.
Dalam kesempatan itu, Wawali Ina
menegaskan, untuk mewujudkan perencanaan yang terintegrasi, berbasis
data yang akurat, serta menetapkan wilayah prioritas penanggulangan
kemiskinan di Kota Probolinggo. Pihaknya berharap melalui rakor ini ada
upaya yang dilakukan bersama jajaran dan PD terkait dalam membantu
mengurangi kemiskinan.
“Melalui
dokumen ini, kita berharap setiap upaya yang dilakukan dapat memberikan
dampak signifikan dalam mengurangi kemiskinan, namun tetap mengacu pada
regulasi yang berlaku,” ujar Ketua TKPK.
Dari kegiatan ini, dapat menghasilkan
rekomendasi yang bersifat konsultatif dan menjadi acuan dalam penyusunan
kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan ke depan. Dengan RKPD
yang terstruktur dan terarah untuk kemajuan dan program pembangunan
berkelanjutan di Kota Probolinggo.
Rakor tersebut diikuti para asisten,
staf ahli, kepala perangkat daerah terkait, Institut Ahmad Dahlan
Probolinggo dan Universitas Muhammadiyah Malang. (Dev/fa)